Saudi Sebut Cegat Rudal yang Mengarah ke Makkah dan Madinah, Houthi Membantah

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman berhasil dicegat pada, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Rudal itu disebut mengarah ke wilayah Makkah dan Madinah, tetapi kelompok Houthi membantah telah menargetkan kedua kota suci itu.

Menurut Pertahanan Sipil Arab Saudi, serpihan rudal yang berhasil dicegat jatuh di sejumlah lokasi, termasuk Jeddah, Taif, dan Rabigh. Sebagian pecahan juga dilaporkan jatuh di Wadi Al-Mughammas, kawasan di luar pusat Kota Makkah.

“Pertahanan Sipil di wilayah Makkah dan Madinah mulai menangani jatuhnya serpihan akibat pencegatan dua rudal balistik yang diluncurkan milisi Houthi,” demikian pernyataan otoritas Arab Saudi melalui platform X, Sabtu.

Petugas darurat dikerahkan untuk menangani lokasi jatuhnya serpihan rudal. Namun, otoritas Saudi belum merinci kemungkinan korban maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Sementara itu, Yahya Saree Juru Bicara Militer Houthi membantah tuduhan bahwa kelompoknya melancarkan serangan ke Makkah dan Madinah. “Apa yang disebarkan musuh Saudi mengenai pasukan kami yang menargetkan kawasan suci Makkah dan Madinah merupakan kebohongan yang sangat besar,” kata Saree, seperti dikutip kantor berita AFP.

Meski membantah menargetkan Makkah dan Madinah, kelompok Houthi mengaku telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi pada Sabtu.

Yahya Saree menyebut sasaran serangan mencakup fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu, kilang minyak Rabigh, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kelompok itu juga mengklaim telah menyerang bandara di Najran dan pangkalan udara di Khamis Mushait.

Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim serangan terhadap seluruh fasilitas itu.

Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat terkait potensi ancaman serangan udara di Provinsi Makkah serta sejumlah wilayah, termasuk Jeddah, Taif, dan Yanbu.

Otoritas meminta masyarakat mengikuti petunjuk keselamatan, menghindari kerumunan, serta tidak merekam kejadian yang berkaitan dengan ancaman keamanan. Warga juga diminta menghubungi layanan darurat 911 apabila membutuhkan bantuan.

Beberapa waktu setelah peringatan dikeluarkan, Pertahanan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa potensi bahaya di wilayah terdampak telah berlalu.

Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi

Meningkatnya ketegangan keamanan turut berdampak pada layanan penerbangan internasional menuju Arab Saudi. Maskapai Air India dan Air India Express memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam hingga 7 November 2026.

Sementara layanan penerbangan dari dan menuju Jeddah ditangguhkan hingga 31 Oktober 2026.

“Mengingat situasi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, penerbangan Air India dan Air India Express dari dan menuju Riyadh serta Dammam akan tetap ditangguhkan hingga 7 November 2026, sedangkan layanan dari dan menuju Jeddah akan ditangguhkan hingga 31 Oktober 2026,” demikian pernyataan Air India melalui platform X.

Maskapai India lainnya, termasuk IndiGo dan Akasa Air, juga membatalkan sejumlah layanan penerbangan menuju kota-kota di Arab Saudi. Penangguhan penerbangan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan akibat situasi keamanan di kawasan itu. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Pemerintah Mendigitalisasi Bantuan Sosial
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Munafri Arifuddin terpilih aklamasi pimpin Demokrat Sulsel
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bantuan Beras Nganjuk, Zulkifli Hasan Salurkan 16,2 Ton untuk 542 Penerima
• 24 menit laluberitajatim.com
thumb
Net Sell Asing Tembus Rp 6,67 T Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
13 Gempa Besar Lebih M7,0 Guncang Dunia Sepanjang 2026, Dua Kali di Indonesia
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.