Kelompok Houthi Yaman mengeklaim melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi dan Aden, Yaman, pada Sabtu (24/10). Serangan itu menyusul tuduhan Houthi bahwa serangan Arab Saudi di wilayah Yaman menewaskan 17 orang.
Dikutip dari AFP, Minggu (25/10), juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya meluncurkan rudal ke tiga bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Saree menyatakan kelompoknya menargetkan bandara di Riyadh dalam dua gelombang. Ia menyebut sasaran lainnya meliputi bandara Dammam di wilayah timur dan Najran di selatan Arab Saudi.
"(serangan) ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibukota Saudi dalam dua tahap," kata Saree.
Houthi juga mengeklaim menyerang pangkalan udara Khamis Mushait di selatan Arab Saudi, stasiun pemompaan minyak mentah, serta jalur pipa minyak yang menghubungkan wilayah timur dan barat negara tersebut.
Sementara itu, Bandara Internasional King Khalid mengumumkan penerbangan domestik dan internasional akan kembali beroperasi mulai Minggu (25/10). Bandara tersebut sebelumnya ditutup setelah serangkaian serangan mematikan pada bulan ini.
Saudi Cegat Rudal di Wilayah Makkah dan MadinahBadan pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan telah menangani laporan jatuhnya puing di wilayah Makkah dan Madinah pada Sabtu. Puing tersebut berasal dari dua rudal Houthi yang berhasil dicegat.
Houthi membantah menargetkan kedua wilayah suci umat Islam tersebut. Kelompok itu menyebut klaim Saudi sebagai “kebohongan besar".
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal yang menargetkan Taif dan Yanbu di wilayah barat negara itu. Peringatan potensi bahaya sempat dikeluarkan untuk empat wilayah di bagian barat Saudi, termasuk Makkah, Taif, dan Yanbu, sebelum dicabut beberapa menit kemudian.
Yanbu merupakan pusat ekspor minyak utama Arab Saudi di pesisir Laut Merah. Lokasi tersebut memungkinkan Riyadh mengalihkan sebagian ekspor minyak mentah melalui jalur pipa dari wilayah timur, mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang diblokade Iran.
Juga Klaim Serang AdenSelain Arab Saudi, Houthi mengeklaim melancarkan serangan ke Aden, kota di selatan Yaman yang menjadi pusat sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Saudi.
Kelompok tersebut menyatakan menargetkan pangkalan angkatan laut dan kamp militer yang diawasi pasukan Saudi. Pihak berwenang melaporkan markas penjaga pantai, satu bangunan lain milik mereka, serta Bandara Aden turut menjadi sasaran.
Klaim serangan itu muncul setelah stasiun televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan serangan Saudi di sejumlah wilayah Yaman yang menewaskan sedikitnya 17 orang.
Menurut laporan Al-Masirah, serangan terhadap sebuah rumah di Sanaa menewaskan sedikitnya empat orang. Serangan lain di bangunan tempat tinggal pekerja pabrik semen menewaskan delapan orang, sedangkan serangan di luar Kota Hodeida menewaskan lima anggota satu keluarga.
Arab Saudi belum mengeklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan yang dituduhkan tersebut.





