Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) meluruskan narasi foto dirinya menggunakan tabung oksigen di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ia membenarkan foto tersebut, tetapi meluruskan narasi yang menyebut dirinya saat itu sesak napas.
Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat BGS sedang duduk dan menggunakan tabung oksigen. Foto tersebut dinarasikan dengan keterangan bahwa Menkes belum 24 jam berada di Kalteng, tetapi sudah tak kuat dengan asap.
Narasi itu pun ditulis dengan mengungkit pernyataan Menkes yang meminta manusia segera beradaptasi dengan kondisi yang ada. Namun, belum 24 jam berada di Kalteng, ia disebut sudah mengalami sesak napas dan harus diberikan oksigen.
Menanggapi hal itu, akun Instagram Menkes mengunggah video lengkap kunjungannya ke Kalteng. Dalam video tersebut, BGS mengunjungi Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen di Palangka Raya, Kalteng.
Di Rumah Oksigen MDMC, BGS duduk di kursi sambil menggunakan oksigen. Kegiatan tersebut sama dengan yang terlihat dalam foto yang beredar di media sosial. Ia mengatakan kondisinya menjadi lebih baik dan nilai saturasi oksigennya meningkat.
"Saya sendiri coba, jauh lebih enak seger saturasi oksigen saya naik," kata BGS dalam video tersebut.
Selain itu, BGS juga mengunjungi Bus Oksigen. Di dalam bus tersebut tersedia oksigen yang bisa digunakan oleh masyarakat, khususnya relawan dan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan.
"Tabung oksigen diberikan kepada yang membutuhkan, terutama relawan yang memadamkan api, mereka yang terekspose banyak polusi yang tinggi. Mereka perlu untuk kita buat sehat," kata BGS.
Dalam keterangan unggahannya, BGS mengatakan ingin meluruskan narasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, ia tidak merasa sesak napas saat itu.
"Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar. Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen seperti yang terekam di video ini," kata BGS.
Budi menyampaikan bahwa dirinya ingin membantu mempublikasikan Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng. Menurutnya, masyarakat yang mulai merasa sesak bisa mendatangi kedua fasilitas tersebut.
"Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat. Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100%. Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit," katanya.
"Untuk yang sulit menjangkau lokasi, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan Bus Oksigen keliling. Tabung oksigen murni ini sangat krusial, terutama bagi relawan pemadam api yang saturasinya sering drop di bawah 90 akibat polusi tinggi. Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat," ujarnya.
(aik/knv)





