Raharjati sabet perak panjat tebing dunia di Chile

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa meraih medali perak nomor kecepatan (speed) putra pada World Climbing Series Santiago 2026 di Chile setelah mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final.

Berdasarkan hasil pertandingan yang dilaporkan Minggu, Raharjati menghadapi atlet China Zhao Yicheng pada final yang berlangsung Sabtu (24/10) petang waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Raharjati harus mengakui keunggulan Zhao yang merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 4,74 detik.

Indonesia menurunkan sejumlah atlet pada nomor kecepatan putra dan putri serta nomor kesulitan (lead) putra dalam kejuaraan tersebut.

Pada nomor kecepatan putra, selain Raharjati, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.

Keempat atlet tersebut berhasil melewati babak kualifikasi.

Antasyafi menempati peringkat pertama kualifikasi dengan catatan waktu 4,92 detik, disusul Raharjati di posisi kedua dengan 4,93 detik.

Aditya berada di peringkat keempat dengan 4,96 detik, sedangkan Veddriq menempati posisi ke-10 dengan 5,07 detik.

Pada nomor kecepatan putri, Indonesia diwakili Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Kedua atlet tersebut juga berhasil melewati babak kualifikasi, dengan Desak menempati peringkat kedua dan Rajiah berada di posisi keenam.

Medali emas nomor kecepatan putri diraih atlet China Deng Lijuan dengan catatan waktu 6,38 detik.

Sementara itu, pada nomor kesulitan putra, atlet Indonesia Putra Tri Ramadani menempati peringkat keempat babak kualifikasi dan berhak melanjutkan pertandingan ke semifinal.

Babak semifinal nomor kesulitan putra dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 09.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.

Adapun partai final dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 18.00 waktu setempat atau Senin (26/10) pukul 04.00 WIB.

Baca juga: Klasemen akhir medali Asian Games 2026: Indonesia tempati posisi ke-16

Baca juga: FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medali

Baca juga: Dongkrak kualitas nomor lead, FPTI kirim atlet berlatih ke Jepang






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanpa Transit, Ini Jadwal Penerbangan Langsung Shenzhen-Jakarta: Tiga Kali Seminggu
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Tim Boccia Indonesia Raih 4 Emas Asian Para Games 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Paralimpiade 2028
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Asing Net Sell Rp 6,67 Triliun Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bank Jakarta Perluas Akses Perbankan bagi UMKM dan Generasi Muda
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
The Power of Mama, Kisah 140 Perempuan Relawan Pemadam Kebakaran di Kalimantan
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.