UMI Tutup Abdidaya Ormawa 2026, Pengabdian Tak Berhenti di Panggung

harianfajar
54 menit lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Taman Firdaus Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi saksi penutupan Abdidaya Ormawa 2026, Sabtu, 24 Oktober.

Satu per satu penghargaan diserahkan kepada mahasiswa yang telah berjuang menghadirkan perubahan melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 171 penghargaan diberikan dalam penutupan Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026. Kegiatan ini melibatkan 120 tim dari 60 perguruan tinggi yang membawa beragam gagasan dan inovasi dari desa tempat mereka mengabdi.

Namun, bagi Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, malam penghargaan bukanlah garis akhir. Piala yang dibawa pulang mahasiswa seharusnya menjadi pengingat bahwa ada pekerjaan yang lebih besar menanti setelah kompetisi usai.

“Piala boleh dibawa pulang, tetapi jangan sampai manfaat karya kalian ikut pula meninggalkan masyarakat,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penekanan dalam penutupan Abdidaya Ormawa tahun ini. Pengabdian tidak semestinya berhenti ketika panggung ditinggalkan atau program selesai dilaksanakan.

“Manfaatnya harus tetap hidup di tengah masyarakat, bahkan ketika mahasiswa yang mendampingi sudah kembali ke kampus,” ucapnya.

Prof Hambali menilai, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata.

“Mahasiswa diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja sekaligus penggerak perubahan di lingkungannya,” ungkapnya.

Di tengah berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga tekanan ekonomi keluarga, mahasiswa juga diminta mengambil peran lebih besar. Kritik terhadap kebijakan dan kondisi sosial perlu disertai gagasan serta langkah konkret untuk menghadirkan perbaikan.

“Mahasiswa itu harus berani mengkritik, tetapi jangan berhenti pada kritik; tawarkan jalan keluar dari kritikan itu,” tegasnya.

Bagi Prof Hambali, mahasiswa tidak boleh dipandang sebatas angka dalam laporan administrasi. Di balik persoalan biaya pendidikan, ada perjuangan panjang yang tidak semestinya berakhir hanya karena kondisi ekonomi keluarga berubah.

“Kami percaya kesulitan ekonomi keluarga tidak boleh serta-merta mengakhiri masa depan anak kita,” tuturnya.

Ia berharap, semangat serupa tumbuh dalam program pengabdian mahasiswa. Inovasi yang berhasil dikembangkan perlu didokumentasikan, diukur manfaatnya, kemudian diperluas penerapannya ke daerah lain.

Dengan begitu, satu gagasan tidak hanya memberi manfaat bagi satu desa, tetapi berpeluang menjadi solusi bagi masyarakat yang menghadapi persoalan serupa.

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Sukino, mengingatkan mahasiswa untuk tidak memutus hubungan dengan masyarakat setelah program berakhir.

Selama pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa mendapat kesempatan terjun langsung ke desa, mengenali persoalan, menggali potensi lokal, dan menyusun solusi bersama masyarakat.

“Pengalaman ini yang menjadi bagian penting dari pembelajaran di luar ruang kelas,” ucapnya.

Menurut Sukino, keberhasilan pengabdian bukan hanya terletak pada program yang terlaksana atau penghargaan yang diperoleh. Ukuran yang lebih penting ialah kemampuan masyarakat meneruskan perubahan secara mandiri.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat mampu melanjutkan apa yang telah dibangun bersama, bahkan ketika mahasiswa yang mendampingi mereka sudah tidak ada lagi di desa tersebut,” katanya.

Ia pun mengajak mahasiswa, dosen pembimbing, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi untuk terus membuka ruang kolaborasi. Hubungan yang telah dibangun bersama masyarakat perlu dijaga agar program tidak berhenti ketika dukungan kegiatan selesai.

Malam itu, 171 penghargaan menjadi penanda atas kerja dan gagasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Namun, pesan yang dibawa pulang jauh melampaui piala dan seremoni.

Sebab, bagi masyarakat yang menanti perubahan, keberhasilan pengabdian bukanlah seberapa meriah penghargaan dirayakan, melainkan seberapa lama manfaatnya dapat dirasakan.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barclays PHK 5.000 Karyawan, Digantikan AI
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Flyover Latumeten Capai 83%, Anggota DPRD Pastikan Beroperasi Awal 2027
• 54 menit laluokezone.com
thumb
Kanker Payudara Bisa Tanpa Nyeri, Ini 3 Perubahan yang Patut Diwaspadai
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Residivis Tipu 15 Wanita Muda dan Bawa Kabur Motor Usai Kenalan di Facebook, Nih Tampangnya!
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Gempa M 7,0 Landa Pulau Ogasawara Jepang
• 29 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.