HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya dan Sastra Universitas Hasanuddin (IKAFIBRA) memprioritaskan pemutakhiran data alumni, penguatan organisasi, dan pengembangan program pendidikan dalam kepengurusan periode 2026–2030.
Program tersebut dibahas dalam rangkaian silaturahmi alumni dan rapat kerja IKAFIBRA yang berlangsung di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, 22–25 Oktober 2026.
Ketua IKAFIBRA, A. Abdul Waris Halid, mengatakan, pendataan alumni menjadi salah satu agenda utama yang perlu segera dituntaskan. Selama ini, data alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin dinilai belum terhimpun secara lengkap.
“Yang paling penting adalah pendataan alumni. Kami ingin menyatukan seluruh alumni agar bisa saling terhubung, berkumpul, bertukar pikiran, dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Melalui pemutakhiran data tersebut, IKAFIBRA diharapkan dapat mengetahui jumlah alumni, bidang pekerjaan, hingga domisili mereka. Pendataan itu juga akan menjadi dasar untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi ant alumni di berbagai daerah.
Selain pembaruan data, organisasi ini berencana menerbitkan kartu tanda anggota (KTA) sebagai identitas resmi alumni. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keanggotaan sekaligus memudahkan pelaksanaan berbagai program organisasi.
Di bidang pendidikan, IKAFIBRA berupaya menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan maupun alumni yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Pengurus juga merencanakan pelibatan alumni dalam kegiatan akademik di kampus, antara lain melalui kuliah umum. Dengan begitu, hubungan emosional antara alumni, mahasiswa, dan almamater dapat terus terjaga.
“Kami akan mengusahakan beasiswa bagi mahasiswa maupun alumni yang ingin melanjutkan pendidikan. Kami juga merencanakan agar alumni bisa kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman dan memberikan kuliah umum,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, IKAFIBRA juga akan melanjutkan program bakti sosial yang selama ini menjadi agenda rutin. Kegiatan sosial tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam momentum reuni atau silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Abdul Waris menegaskan, IKAFIBRA berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi musibah atau bencana. Menurutnya, kontribusi alumni harus dapat dirasakan secara langsung, baik oleh masyarakat maupun lingkungan almamater.
Melalui rapat kerja tersebut, pengurus berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan dan partisipasi aktif para alumni.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan ini terus ditingkatkan dan semakin banyak alumni yang berpartisipasi. Manfaat kepengurusan ini harus dirasakan oleh alumni sendiri dan bisa memberikan kontribusi bagi almamater,” tuturnya.





