Michael Sugianto Sebut Keributan di Media Sosial Bisa Pengaruhi Minat Investor Asing

cumicumi.com
8 jam lalu
Cover Berita
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌

Cumicumi.com, JAKARTA - Pengacara Michael Sugianto menyoroti dampak keributan di media sosial terhadap persepsi investor asing terhadap Indonesia. Menurut dia, perdebatan yang berujung pada saling menjelekkan di ruang digital berpotensi membentuk pandangan negatif terhadap kondisi Indonesia di mata dunia.

Michael menilai, situasi sosial dan politik dalam negeri menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan investor sebelum memutuskan menanamkan modal. Karena itu, ia mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah perlu disampaikan secara konstruktif agar tidak justru memperburuk persepsi terhadap Indonesia.

Dalam perbincangan mengenai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Michael menyinggung kebiasaan masyarakat yang dinilainya kerap membesar-besarkan hal negatif tentang Indonesia, sementara hal positif kurang mendapat perhatian.

Ia berpandangan, pemberitaan dan potongan video yang beredar di media sosial dapat memengaruhi informasi yang diterima masyarakat, termasuk pihak dari luar negeri. Akibatnya, gambaran mengenai Indonesia yang terbentuk di ruang digital belum tentu mencerminkan keseluruhan kondisi di dalam negeri.

Michael juga mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, suasana yang dinilai tidak kondusif dapat membuat calon investor mempertimbangkan kembali rencana bisnisnya.

"Kalau kita jelek-jelekkan Indonesia, apakah itu membantu kondisi ini? Saya rasa sih enggak," kata Michael dalam podcast On The Table, Jumat (23/10/2026).

Michael menegaskan, kritik tetap diperlukan, tetapi sebaiknya disertai pemikiran mengenai solusi. Ia mengajak masyarakat mempertimbangkan dampak dari narasi yang disebarkan di media sosial terhadap citra Indonesia di mata pihak luar.

Menurut Michael, upaya membangun iklim investasi yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga ruang publik agar kritik terhadap persoalan nasional tidak berubah menjadi narasi yang justru merugikan kepentingan Indonesia.

Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak menyampaikan kritik dan melihat persoalan secara menyeluruh. Dengan begitu, pembahasan mengenai kekurangan pemerintah tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan upaya dan potensi Indonesia dalam menarik investasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Data HAM : Kala Teknologi Bukan Tujuan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRI Super League: Carlos Pena Pede Persita Bisa Amankan Tiga Poin saat Menjamu Bali United
• 12 jam lalubola.com
thumb
Mendagri: Bantuan Presiden Rp1,24 Triliun untuk Karhutla Disalurkan ke 44 Kabupaten-Kota
• 18 menit lalurctiplus.com
thumb
Link Live Streaming Persija vs Persik Senin Malam: Jeremejeff Ancam Pertahanan Macan Putih
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
5 Hal Menarik dari Konser Kanye West di Jakarta, Panggung Bola Dunia Jadi Sorotan
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.