Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas peluang pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Pemerintah juga mengandalkan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan infrastruktur digital untuk mendukung ekspansi sektor tersebut.
“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari. Jadi, sata berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreatifitas dapat tumbuh hingga dua digit,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Airlangga, perkembangan teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), machine learning, dan quantum computing turut mengubah kebutuhan industri kreatif. Sektor tersebut semakin bergantung pada pengetahuan dan teknologi digital untuk menghasilkan serta mengembangkan produk dan layanan.
Perkembangan ini juga meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung, terutama pusat data (data center) dan industri semikonduktor.
Untuk mendukung ekosistem tersebut, pemerintah bekerja sama dengan Arm dalam pengembangan desain cip (chip design) dan mendorong pertumbuhan industri semikonduktor nasional.
Pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data ke sejumlah kawasan yang memiliki potensi untuk menampung investasi, antara lain KEK Nongsa di Kepulauan Riau, kawasan di Tangerang Selatan, serta Karawang. Pengembangan tersebut perlu diselaraskan dengan ketersediaan energi dan jaringan konektivitas serat optik.
Baca Juga: Kapan BSU Rp900.000 Cair? Airlangga Ungkap Perkiraan Jadwal Penyaluran
Airlangga menjelaskan, kebutuhan infrastruktur digital tersebut berkaitan dengan perubahan karakter industri kreatif yang semakin berbasis pengetahuan dan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat memperluas kapasitas pengolahan data sekaligus mendukung pengembangan produk kreatif.
“Industri kreatif saat ini merupakan industri berbasis pengetahuan (knowledge-based) dan saat sekarang terfasilitasi oleh perkembangan artificial intelligence, Internet of Things, digital twin, hingga quantum computing. Perkembangan pesat ini mendorong kebutuhan pusat data (data center) dan semikonduktor, yang kini terus kita dorong pengembangannya di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Airlangga.
Selain infrastruktur digital, pemerintah mendorong optimalisasi KEK berbasis teknologi dan kreativitas, termasuk KEK Singhasari di Jawa Timur. Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif.
Pengembangan pusat data dan fasilitas pengolahan data di kawasan ekonomi khusus diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sektor terkait. Pemerintah juga menargetkan pengembangan ekosistem tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif hingga dua digit.
Airlangga menambahkan, Indonesia dan India memiliki hubungan historis serta kebudayaan yang dapat menjadi modal bagi pengembangan kerja sama ekonomi kreatif. Hubungan tersebut mencakup bidang seni, pengetahuan, dan pemikiran filosofis yang telah terjalin sejak lama.
Di tengah perkembangan teknologi, kedua negara juga memiliki peluang untuk memperluas kolaborasi melalui konektivitas digital dan pemanfaatan teknologi tinggi.




