Indonesia melepas ekspor perdana terasi udang rebon ke Thailand sebanyak 40 ton dengan nilai sekitar Rp 230 juta. Terasi itu diproduksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp 230 juta,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10).
Pengiriman ke Thailand ini merupakan yang pertama ke negara tersebut. Terasi Asahan sendiri sudah lebih dulu diekspor.
Berdasarkan data Pemkab Asahan, ekspor terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp 21 miliar. Pada 2026, volumenya naik menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp 34 miliar.
Zulhas berharap, ekspor ke Thailand dapat berlanjut secara rutin dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan hasil laut Asahan.
“Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” ujarnya.
Ditopang Perikanan TangkapAsahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka dan termasuk daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatera Utara. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkapnya mencapai 50.658 ton.
Potensi itu menopang usaha pengolahan hasil laut yang memakai bahan baku dari nelayan setempat. Terasi udang rebon menjadi salah satu produk yang dikembangkan untuk memperluas pasar hasil perikanan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.





