JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan bahwa ancaman narkoba terhadap generasi muda kini dapat datang dari berbagai negara. Hal itu disampaikan menyusul pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di perairan Sumatera Utara (Sumut).
“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” kata Dasco, Minggu (25/10/2026).
Diketahui, tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencegat kapal tersebut di perairan Tanjungbalai Asahan, kemudian membawanya ke Pelabuhan Belawan. Petugas menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dan mengamankan delapan awak kapal, yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
Baca Juga:Kasus Super Flu di Bandung Melonjak, RSUD Dibanjiri 2.860 PasienMenurut data Polri, kapal berbendera Mongolia tersebut berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia, dan terdaftar atas nama perusahaan asal Malaysia, Makmur Marine Petroleum, yang beralamat di Suite S11 dan S12, Lantai 5, Menara TJB, Johor Bahru. Penyidik masih menelusuri jaringan di balik pengiriman tersebut.
Dasco menilai, kasus tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkoba yang mengincar generasi muda Indonesia bergerak melintasi batas negara. Ia juga menilai penindakan tim gabungan telah menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari bahaya narkoba.
“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri,” tegas Dasco.
Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Dasco mengaitkan bahaya narkoba dengan kreativitas, yang menjadi salah satu bekal utama anak muda untuk berkarya bagi bangsa.
“Kalau sudah kena narkoba ini, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tuturnya.
#nasional




