El Nino Makin Ganas! Suhu Samudra Pasifik Tembus 30 Derajat Celsius

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Suhu permukaan Samudra Pasifik mencapai 30 derajat Celsius pada pertengahan Oktober 2026, menembus tingkat yang belum pernah tercatat. Kenaikan suhu ini terjadi saat fenomena El Nino 2026 terus menguat dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Desember mendatang.

Berdasarkan data Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), suhu tersebut terukur di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah, kawasan yang menjadi salah satu acuan ilmuwan untuk memantau perkembangan El Nino.

Baca Juga :
Kabut Asap Karhutla RI Kepung Singapura, Warga Sulap Mal Jadi Lintasan Lari
El Nino Sebabkan Musim Hujan Diprakirakan Mundur, BNPB Siapkan Langkah Mitigasi

Melansir dari India Today, Minggu (25/10/2026), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan suhu di wilayah tropis Pasifik bagian tengah dan timur berpotensi mencapai rekor tertinggi pada periode Oktober hingga Desember 2026. Fenomena ini juga diperkirakan berlanjut hingga tahun depan.

Sebagainya diketahui, El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tropis Pasifik bagian tengah dan timur. 

Pemanasan tersebut memengaruhi pola angin dan pergerakan awan hujan, sehingga dapat mengubah pola cuaca di berbagai wilayah dunia.

El Nino yang berkembang tahun ini tergolong sangat kuat. WMO mencatat anomali suhu permukaan laut rata-rata di wilayah Nino 3.4 meningkat dari 1,6 derajat Celsius di atas normal pada Juni menjadi 2,5 derajat Celsius pada Agustus 2026.

Anomali suhu merupakan selisih antara suhu yang terukur dan rata-rata dalam jangka panjang, bukan suhu aktual permukaan laut.

Prakiraan menunjukkan anomali suhu di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 3,7 derajat Celsius di atas normal selama Oktober hingga Desember 2026. Jika tercapai, angka itu akan melampaui rekor sebelumnya sebesar 2,6 derajat Celsius yang tercatat pada November 2015 hingga Januari 2016.

Dampaknya dapat berupa perubahan distribusi curah hujan, peningkatan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, serta hujan ekstrem di kawasan lainnya.

Meski demikian, dampak El Nino tidak seragam di seluruh dunia. Kondisi cuaca di setiap wilayah juga dipengaruhi fenomena iklim lain dan faktor lokal, sehingga kenaikan suhu Samudra Pasifik tidak secara otomatis menentukan kondisi cuaca di suatu negara.

Baca Juga :
El Nino 2026 Bisa Jadi yang Terkuat dalam Sejarah, WMO Soroti Lonjakan Suhu Laut Pasifik
El Nino Diprediksi Picu 451.000 Kematian, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Terdampak
DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xabi Alonso Murka Usai Chelsea Dipecundangi Tottenham 0-2, Akui The Blues Tampil di Bawah Standar
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, 1.300 Penari Tampil dengan Konsep Glow in The Dark | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Puluhan Ribu Warga Asing Nonton Kanye West di GBK, Pramono: Makroekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja
• 36 menit laluviva.co.id
thumb
Siswa SMP Kembangkan Alat Bantu Pengelolaan Emosi, Raih Emas ISIF 2026
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Anggota DPR: Tarik Tombur Toba lahir dari aspirasi masyarakat
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.