ROTE NDAO — Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengupayakan, pembangunan Tugu Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga
BoP Dinilai tak Efektif, RI Diminta Buka Opsi Lain untuk Bela Palestina
Pemkab Kuningan Luncurkan Program Beasiswa Bagi Ribuan Santri Berprestasi
Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, PM Singapura Sindir Komitmen, Importir Ambil Langkah
Menurut dia, pembangunan tugu perlu berjalan beriringan dengan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan.“Mudah-mudahan nanti bersamaan dengan dibangunnya tugu ini, kita akan usahakan juga jalan, mungkin air bersih, dan lain sebagainya,”ujar Maruli saat meninjau Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026) lewat keterangan tertulis.
Maruli menegaskan bahwa rencana tersebut perlu direalisasikan. Ia berharap pembangunan tugu dapat dimulai pada triwulan pertama atau kedua tahun 2027.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Saya tidak akan terlalu muluk-muluk bicara. Tinggal Bapak Ibu doakan supaya semua ini betul-betul bisa terealisasi. Mudah-mudahan nanti tugu kita kerjakan, kira-kira di triwulan pertama atau kedua kita bisa mulai,”kata dia.
Selain pembangunan tugu, Maruli menyoroti kebutuhan infrastruktur penghubung antardesa, termasuk rencana pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Dodaek dan Desa Tebole di Kecamatan Rote Selatan.
Ia menyampaikan, dukungan anggaran dari Presiden juga diarahkan untuk memperbaiki jembatan sederhana di berbagai daerah. Karena itu, ia meminta agar kebutuhan perbaikan jembatan di Rote Ndao turut diidentifikasi untuk ditindaklanjuti.
“Kalau masih ada jembatan yang perlu di daerah sini, kasih tahu Dandim saja. Nanti kita segera perbaiki. Nanti dipetakan juga tentang air bersihnya, ya,”terang Maruli.
Warga melintas di dekat dermaga yang amblas di Pelabuhan Baa, Kabupaten Rote Ndao, NTT, Ahad (21/11/2021). Dermaga yang merupakan satu-satunya dermaga penumpang di pulau terselatan NKRI tersebut amblas akibat diterjang badai Siklon Seroja pada April 2021 lalu dan hingga kini belum ada perbaikan. - (ANTARA/Kornelis Kaha)