Jakarta, VIVA –Rayo Vallecano harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Elche dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol atau LaLiga di Estadio de Vallecas, Madrid, pada Sabtu (24/10/2026).
Di tengah hasil minor tersebut, penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan sorotan dan pujian khusus dari media Spanyol berkat penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang.
Sebelum pertandingan, Los Franjirrojos memburu tiga poin penuh di kandang guna memperbaiki posisi di klasemen. Rayo tercatat mengoleksi sembilan poin dari delapan pertandingan, unggul dua angka atas Elche yang baru mengumpulkan tujuh poin dari sembilan laga awal musim ini. Kendati demikian, skuad asuhan Beñat San Jose justru mengalami kesulitan sepanjang laga dan gagal mengamankan poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Petaka bagi tuan rumah bermula pada babak pertama ketika gawang Audero kebobolan dua gol penalti. Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-24 setelah Florian Lejeune melakukan pelanggaran terhadap Roy Revivo, yang sukses dimanfaatkan oleh Federico Redondo sebagai eksekutor.
Hanya berselang beberapa menit, pelanggaran Pathe Ciss terhadap Thomas Lemar kembali membuahkan penalti bagi tim tamu, yang kemudian dikonversi menjadi gol kedua oleh Fer Niño pada menit ke-36. Memasuki paruh kedua, Elche memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat aksi Germán Valera pada menit ke-68.
Walau harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali, Emil Audero tetap tampil menonjol dengan mencatatkan enam penyelamatan penting. Berdasarkan data penyedia statistik Sofascore, kiper berusia andalan Merah Putih itu meraih rating 7,2, tertinggi kedua di skuad Rayo di bawah gelandang Unai Lopez.
Performa krusial tersebut memantik apresiasi dari media terkemuka Spanyol, Mundo Deportivo, yang menyebut Audero sebagai pemain terbaik Rayo Vallecano dalam laga ini.
"Elche mengalahkan Rayo 0-3 di Vallecas, yang pemain terbaiknya adalah kiper asal Indonesia, Emil Audero, yang mencegah kekalahan yang lebih telak," tulis Mundo Deportivo, dikutip Minggu (25/10).
Pelatih Rayo Vallecano, Beñat San Jose, mengakui bahwa timnya menghadapi lawan yang tampil sangat baik, sementara peluang yang dimiliki skuadnya gagal dimanfaatkan dengan optimal.





