Pemprov DKI Catat Kualitas Udara Jakarta Membaik, Polutan PM2,5 Menurun Usai Operasi Modifikasi Cuaca

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat penurunan konsentrasi polutan udara PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) di lima wilayah Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) pagi, dengan perbaikan kualitas udara terpantau terutama pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

Penurunan tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU).

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan konsentrasi sejumlah polutan menunjukkan kecenderungan menurun di berbagai wilayah ibu kota.

“Pemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi," kata Dudi dalam keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).

Menurut DLH, perbaikan kualitas udara tersebut berpotensi dipengaruhi kondisi meteorologi, aktivitas sumber emisi lokal, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Meski demikian, pemerintah masih memerlukan analisis lanjutan untuk memastikan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor terhadap penurunan polusi udara.

Konsentrasi PM2,5 di Jakarta Selatan dan Utara Menurun

Berdasarkan pemantauan DLH DKI Jakarta, konsentrasi partikulat halus PM2,5 di Jakarta Selatan mengalami penurunan pada Sabtu pagi.

Pada pukul 04.00 hingga 05.00 WIB, konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut tercatat berada pada kisaran 12 hingga 32 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut berada di bawah baku mutu PM2,5 sebesar 55 µg/m³ yang digunakan dalam pemantauan tersebut.

Penurunan serupa juga terpantau di kawasan pesisir Jakarta Utara.

Konsentrasi PM2,5 di Jakarta Utara tercatat berkisar antara 9 hingga 17 µg/m³ pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

Sementara itu, tren penurunan polutan juga ditemukan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari berada pada kisaran 12 hingga 43 µg/m³.

Hasil pemantauan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan kualitas udara pada waktu pengamatan di lima wilayah Jakarta.

DLH Sebut Modifikasi Cuaca Berpotensi Membantu Mengurangi Polusi

DLH DKI Jakarta menjelaskan bahwa perubahan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Faktor tersebut meliputi kondisi cuaca, aktivitas sumber emisi di sekitar lokasi pemantauan, dan kemungkinan dampak operasi modifikasi cuaca.

Hujan yang terjadi melalui proses modifikasi cuaca berpotensi membantu mengurangi partikulat yang berada di atmosfer.

Proses tersebut dikenal sebagai deposisi basah atau wet deposition, yakni ketika partikel di udara terbawa turun bersama air hujan.

Namun, DLH belum memastikan besarnya kontribusi operasi modifikasi cuaca terhadap penurunan konsentrasi polutan yang terpantau.

“Namun, diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara,” kata Dudi.

Pemerintah daerah masih perlu mengevaluasi hasil pemantauan untuk mengetahui apakah penurunan konsentrasi polutan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

BPBD DKI Laksanakan Empat Penerbangan Modifikasi Cuaca

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca pada 21 hingga 23 Oktober 2026.

Operasi tersebut dilakukan melalui empat sorti penerbangan menggunakan pesawat PK-SNH.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk mendukung pembentukan hujan.

Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan bahwa operasi tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi hujan sekaligus membantu menciptakan kondisi lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran,” kata Marulitua.

Berdasarkan laporan BPBD, pelaksanaan operasi tersebut disertai kejadian hujan dengan intensitas bervariasi di sejumlah wilayah sekitar Jakarta.

Pada Jumat (23/10/2026), hujan ringan hingga sedang tercatat terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Meski demikian, hubungan antara pelaksanaan operasi dan penurunan polutan masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Pemprov DKI Lakukan Penyemprotan Kabut Air di Jalur Jakarta Running Festival

Selain menjalankan operasi modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penyemprotan kabut air atau water mist di sejumlah ruas jalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada jalur yang digunakan dalam Jakarta Running Festival (JRF) 2026.

Penyemprotan melibatkan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menyejukkan lingkungan serta meningkatkan kenyamanan peserta kegiatan lari.

Penyemprotan kabut air menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung kondisi lingkungan selama berlangsungnya kegiatan masyarakat.

IQAir Catat Kualitas Udara Jakarta Masih Kategori Sedang

Meski DLH mencatat penurunan konsentrasi polutan pada Sabtu pagi, kualitas udara Jakarta pada Minggu (25/10/2026) masih berada dalam kategori sedang.

Berdasarkan pembaruan laman IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta tercatat pada angka 79.

Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2,5 berada pada angka 24 mikrogram per meter kubik.

Menurut data IQAir, konsentrasi tersebut setara dengan 4,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan polutan yang tercatat sebelumnya belum berarti seluruh risiko paparan polusi udara telah hilang.

Kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan bagi kelompok sensitif.

Selain itu, masyarakat dapat menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar ke dalam ruangan serta menggunakan alat pemurni udara apabila diperlukan.

Pemprov DKI Jakarta melalui DLH dan BPBD terus melakukan pemantauan kondisi udara serta perkembangan cuaca untuk mengevaluasi upaya pengendalian polusi di ibu kota.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musik AI Makin Marak, PAPPRI DKI Ajak Musisi Terus Berkarya
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pesan Kiai Miftach dan Gus Kikin saat Pelantikan Pengurus Baru PBNU
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bertemu Menhan Sjafrie, Bupati Jembrana Curhat soal Kekurangan Jumlah Dokter
• 43 menit lalujpnn.com
thumb
Kembali Hadir di BSI International Expo 2026, MUF Syariah Tawarkan Berbagai Promo Khusus
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.