Sorot Masalah Transportasi dan Lingkungan di Jabar, KDM Ajak Insinyur Indonesia Cari Solusi Bersama

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengajak kepada seluruh insinyur di Indonesia untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan kode etik.

KDM menyatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan engineer untuk menyelesaikan masalah warga yang bersifat jangka pendek atau dihadapi setiap hari. Contohnya, kemacetan dan banjir di Kota Bandung.

Baca Juga :
Personel Gabungan Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai, KDM Turun Langsung ke Lokasi
Dedi Mulyadi Tawarkan Upah Rp250 Ribu per Hari bagi Warga yang Bantu Padamkan Api di Gunung Ciremai

Masalah kecil seperti kemacetan di kota-kota di Jawa Barat tumbuh karena transportasi belum tertata dengan baik.

Oleh karena itu, KDM menawarkan solusi mengganti angkutan umum yang sudah tua dengan angkutan umum baru. 

Hal itu disampaikan KDM dalam acara 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Bandung, Jawa Barat, mulai hari ini, Selasa (20/10/2026).

"Tidak usah lagi stor pada tuannya tetapi dibuat karakter wilayah, dimana nanti mobilnya ramah lingkungan, ramah anak, ramah ibu hamil kemudian juga memberikan kesejahteraan bagi para sopir," kata KDM.

Rencana tersebut segera didiskusikan dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). KDM juga berpesan agar para insinyur melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan kode etik.

"Di dunia kedokteran itu ada 'mal praktek' dan kemudian nanti itu dibahas di dewan etik dan kemudian ada sanksi. Para insinyur ini sebenarnya sama dengan dunia kedokteran, problem yang terjadi diakibatkan salah perencanaan, salah teknis engineering pengelolaan itu harus secara terbuka di omongin itu siapa," paparnya.

Dewan etik dari PII bisa memberikan putusan hukuman dan sanksi ringan hingga berat (blacklist) tidak lagi bekerja pada sektor riil yang ada di Indonesia bagi engineer yang melanggar kode etik.

"Kedepan PII akan lebih kuat pengaruh etik agar orang berkerja itu dalam tiga hal, yaitu demi ketuhanan, demi kemanusiaan dan demi keadilan," harap KDM.

Sementara itu, Ketua Umum PII Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, salah satunya dalam sektor transportasi.

"Transportasi umum dalam bentuk angkot ini memang kita mencari sesuatu yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Konsep secara umum tetap ada lapangan pekerjaan untuk para pengemudi angkot. Jadi konsep telah diubah pengemudi angkot kedepan mereka seperti UKM dia akan memiliki sendiri," paparnya.

Baca Juga :
KDM Ungkap Alasan Absen di Acara Presiden, Sudah Lapor Seskab Teddy Meski Sempat Dicari-cari Prabowo
Jabar Raih Peringkat Pertama di Indonesia Muslim Travel Index 2026
Sudaryono Geram Melihat Tingkah Korwil SPPG Purwakarta karena Cambuk Anggotanya: Parah Sekali

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moto3 Grand Prix Australia Dibatalkan, Pole Position Veda Ega Pratama Tertunda
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
10 Anak Musisi yang Kini Ikut Berkarier di Dunia Musik Tanah Air
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Konser Kanye West Jakarta: Fans Mancanegara Berburu Produk UMKM di Pasar Santa dan Sekitarnya
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Singapura Respons Pemangkasan Ekspor Gas, PM Lawrence Wong Minta Indonesia Patuhi Kontrak
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aturan Direvisi, Peran BLU Lemigas Impor Minyak Mentah dan LPG Diperkuat
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.