NATO Puji Revolusi Industri Pertahanan Turki, Ekspor Militer Tembus Rp180 T

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Kebangkitan industri pertahanan Turki semakin mendapat pengakuan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte secara terbuka memuji kemajuan industri persenjataan Ankara, bahkan menyebut transformasi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir sebagai revolusi industri pertahanan yang dapat menjadi pelajaran bagi negara-negara anggota aliansi.

Pengakuan tersebut mencerminkan perubahan posisi Turki dalam industri pertahanan Barat. Negara yang selama puluhan tahun mengandalkan pembelian persenjataan dari luar negeri itu kini mengembangkan dan mengekspor berbagai sistem militer, mulai dari pesawat nirawak atau drone, kendaraan lapis baja, kapal perang, sistem elektronik pertahanan, hingga teknologi pertahanan udara.

Baca Juga
  • Dino Patti Djalal Bantah Isu Dirinya Temui Dubes Singapura, Buktikan dengan Alibi
  • Singapura Berencana Bangun Pembangkit Nuklir
  • Ekonom UI Soroti Lemahnya Penegakan Hukum dan Dampaknya bagi Investor

Perubahan itu semakin terlihat ketika negara-negara anggota NATO mulai memperluas kerja sama industri pertahanan dengan Ankara. Kanada, salah satu negara anggota G7 sekaligus sekutu Turki di NATO, menjadi contoh terbaru setelah kedua negara menyepakati penguatan hubungan pertahanan dalam kunjungan Perdana Menteri Mark Carney ke Ankara pada Kamis (22/10/2026).

Dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Carney dan pemerintah Turki menyepakati kerja sama yang mencakup industri pertahanan, transportasi, dan energi. Kerja sama pertahanan tersebut diarahkan untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan kedua negara, memperluas peluang industri, serta memperkuat kemampuan pertahanan bersama dalam kerangka NATO.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Perkembangan itu menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas. Turki tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar bagi produsen persenjataan Barat, tetapi semakin diperhitungkan sebagai mitra pengembangan teknologi dan pemasok sistem pertahanan.

Sekjen NATO: Turki Mengalami Revolusi Industri Pertahanan

Apresiasi terhadap kemajuan Turki disampaikan langsung oleh Mark Rutte ketika mengunjungi fasilitas perusahaan elektronik pertahanan ASELSAN di Ankara pada 22 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Rutte menilai negara-negara anggota NATO dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan Turki membangun kemampuan industri pertahanannya.

"Kita dapat belajar banyak dari apa yang dilakukan Turki di sini," kata Rutte, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency dan Hurriyet Daily News.

Rutte secara khusus menggambarkan perkembangan industri pertahanan Turki sebagai sebuah revolusi. "Turki telah mengalami revolusi industri pertahanan. Saya benar-benar dapat mengatakan bahwa ini merupakan sebuah revolusi dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika NATO sedang mendorong negara-negara anggotanya memperbesar kapasitas produksi persenjataan untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan pertahanan.

Menurut Rutte, situasi keamanan internasional yang semakin berbahaya menuntut NATO memperkuat kemampuan militernya. Namun, peningkatan kemampuan itu tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan anggaran belanja pertahanan.

Negara-negara anggota juga harus memastikan bahwa industri mereka mampu menghasilkan persenjataan, amunisi, dan teknologi militer dalam jumlah yang diperlukan.

Dalam konteks itulah Rutte menempatkan Turki sebagai salah satu contoh negara yang berhasil memperluas basis industri pertahanannya.

Pujian tersebut kembali disampaikan dalam konferensi pers menjelang KTT NATO di Ankara pada 6 Juli 2026.

Rutte menyatakan NATO telah memperoleh manfaat langsung dari hasil produksi industri pertahanan Turki.

"NATO sudah sangat diuntungkan dari apa yang dilakukan Turki dalam hal produksi industri pertahanan," kata Rutte dalam transkrip resmi konferensi pers yang diterbitkan NATO.

Ia menyebut ASELSAN sebagai salah satu contoh keberhasilan, tetapi menekankan bahwa kemampuan industri Turki tidak hanya bertumpu pada satu perusahaan besar.

Menurut Rutte, terdapat sekitar 3.000 perusahaan pertahanan di Turki, mulai dari perusahaan berskala besar hingga usaha menengah dan kecil yang berkontribusi terhadap ekosistem produksi persenjataan.

Rutte juga menegaskan bahwa melalui industri pertahanannya, Turki telah mendukung kebutuhan militer banyak negara lain.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa apresiasi NATO terhadap Turki bukan semata-mata berkaitan dengan posisi geografis Ankara yang strategis, melainkan juga dengan kemampuan industri nasionalnya menghasilkan teknologi dan peralatan pertahanan.

Dari Ketergantungan Impor Menuju Produsen Persenjataan

Perkembangan industri pertahanan Turki tidak berlangsung secara tiba-tiba. Transformasi tersebut merupakan hasil kebijakan industrialisasi pertahanan yang dijalankan selama beberapa dekade, kemudian dipercepat melalui pengembangan teknologi dalam negeri dan peningkatan investasi.

Turki sejak lama menjadi anggota NATO dan menggunakan berbagai sistem persenjataan buatan Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa.

Pesawat tempur, sistem pertahanan udara, kendaraan militer, serta sejumlah komponen penting dalam persenjataannya selama bertahun-tahun bergantung pada teknologi dan pasokan luar negeri.

Ketergantungan tersebut mendorong Ankara memperluas kemampuan produksi nasional, terutama setelah menghadapi berbagai pembatasan akses terhadap teknologi pertahanan asing.

Salah satu pengalaman penting terjadi setelah operasi militer Turki di Siprus pada 1974, ketika Amerika Serikat memberlakukan embargo senjata terhadap Ankara.

Pengalaman itu memperkuat dorongan Turki untuk membangun industri pertahanan yang lebih mandiri.

Dalam perkembangan berikutnya, Turki mendirikan dan memperkuat sejumlah perusahaan strategis, termasuk ASELSAN, Turkish Aerospace Industries atau TUSAŞ, ROKETSAN, dan berbagai produsen peralatan militer lainnya.

Kebijakan tersebut kemudian berkembang menjadi ekosistem industri yang mencakup penelitian, pengembangan, produksi, pengujian, dan ekspor persenjataan.

Pada masa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, peningkatan kemampuan produksi dalam negeri menjadi salah satu prioritas kebijakan pertahanan.

Pemerintah Turki mendorong pengembangan drone, sistem rudal, kapal perang, kendaraan tempur, radar, perangkat peperangan elektronik, dan berbagai komponen militer yang sebelumnya banyak didatangkan dari luar negeri.

Meski demikian, peningkatan produksi nasional tidak berarti Turki telah sepenuhnya bebas dari ketergantungan terhadap teknologi asing.

Sejumlah program pertahanan Ankara masih memerlukan kerja sama internasional, termasuk untuk mesin pesawat, sistem propulsi, dan komponen berteknologi tinggi.

Namun, kemampuan mengembangkan semakin banyak sistem persenjataan secara domestik telah memperluas posisi tawar Turki dalam kerja sama pertahanan internasional.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moms, Perhatikan Takaran Saji saat Memilih Minuman Kemasan untuk Anak
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Potret Basuki Lihat Langsung IKN Kebanjiran Investasi Baru Rp 4 T
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal MotoGP Australia 2026 Hari Ini: Marc Marquez Ketiban Untung, Potensi Juara di Phillip Island
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Klasemen Akhir Asian Para Games 2026: Indonesia Raih 15 Emas, Finis di Posisi 8
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenkes Buka Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan 2026, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.