Zelensky Siap Hentikan Pertempuran di Garis Depan, tetapi Tegas Tolak Penyerahan 25 Persen Wilayah Ukraina

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya siap membekukan operasi militer di sepanjang garis depan saat ini untuk mempercepat berakhirnya perang dengan Rusia, tetapi menolak menyerahkan sebagian wilayah Ukraina sebagai syarat kesepakatan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat (23/10/2026), di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat agar Ukraina mencapai kesepakatan dengan Rusia.

Zelensky menegaskan kesediaan Ukraina untuk menyepakati gencatan senjata tidak berarti pemerintahnya menerima tuntutan penyerahan wilayah.

Ia secara khusus menolak usulan konsesi teritorial yang mencakup 25 persen wilayah Ukraina.

Sementara itu, perundingan tiga pihak antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada paruh pertama November 2026.

Zelensky Bersedia Bekukan Pertempuran, tetapi Tolak Konsesi Wilayah

Zelensky menyampaikan bahwa Ukraina terbuka terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan menghentikan operasi tempur di posisi garis depan yang berlaku saat ini.

Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu kemungkinan untuk mempercepat penyelesaian konflik yang masih berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Namun, Zelensky menegaskan bahwa penghentian pertempuran tidak boleh disertai kewajiban menyerahkan wilayah Ukraina.

Penolakan itu mencakup usulan penyerahan 25 persen wilayah negara tersebut dalam proses perundingan damai.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ukraina membedakan antara kesediaan menghentikan operasi militer dan penerimaan perubahan penguasaan wilayah melalui kesepakatan politik.

Pernyataan Zelensky muncul ketika Amerika Serikat berupaya mendorong kemajuan perundingan antara kedua negara.

Ukraina Keluhkan Bantuan Rudal Patriot dari Amerika Serikat Menurun

Selain membahas kemungkinan gencatan senjata, Zelensky mengungkapkan kekhawatiran mengenai penurunan bantuan militer Amerika Serikat kepada Ukraina.

Ia menyebut Ukraina hanya menerima 24 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot dari Amerika Serikat selama tiga bulan terakhir.

Jumlah tersebut jauh di bawah kebutuhan rata-rata Ukraina yang mencapai 350 rudal pencegat setiap bulan.

Zelensky menilai keterbatasan pasokan rudal pertahanan udara menjadi persoalan mendesak di tengah berlanjutnya serangan terhadap wilayah Ukraina.

Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 30 rudal balistik menghantam Kiev pada Kamis (22/10/2026) malam.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Ukraina masih membutuhkan dukungan persenjataan untuk menghadapi serangan udara.

Keterbatasan rudal pencegat juga menjadi perhatian ketika pembicaraan mengenai penghentian perang terus berlangsung.

Amerika Serikat Disebut Tekan Ukraina agar Bersedia Berkompromi

Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Washington meningkatkan tekanan terhadap Zelensky untuk memberikan konsesi demi tercapainya kesepakatan damai.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut berulang kali menyalahkan Kiev atas belum adanya kemajuan dalam perundingan yang dimediasi Washington.

Dorongan tersebut berlangsung ketika Ukraina tetap mempertahankan penolakannya terhadap penyerahan wilayah.

Di sisi lain, Zelensky menyatakan kesiapan untuk membahas penghentian operasi tempur sepanjang garis depan yang ada.

Perbedaan pandangan mengenai konsesi teritorial menjadi salah satu persoalan dalam upaya mencapai kesepakatan antara Rusia dan Ukraina.

Rusia, Ukraina, dan AS Dijadwalkan Berunding di Abu Dhabi pada November

Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dijadwalkan berlanjut melalui perundingan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, pada paruh pertama November 2026.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (23/10/2026) mengatakan pembicaraan akan difokuskan pada pengaturan keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai.

Agenda tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan pascakonflik menjadi salah satu fokus pembahasan yang direncanakan.

Namun, belum ada kesepakatan damai yang diumumkan dalam informasi mengenai rencana perundingan tersebut.

Ukraina tetap menyatakan kesediaan membekukan operasi tempur di garis depan, sementara persoalan penyerahan wilayah masih menjadi batas yang ditegaskan Zelensky dalam proses diplomasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Transfer Liverpool: Gebrakan Julian Ward, Siap Bajak Bintang Chelsea pada Januari 2027
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal Ainun, Guru Tunanetra di Tasikmalaya yang Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Sabet Gelar Magister di UPI
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengobatan Gratis Momentum HUT NasDem dan Sumpah Pemuda Disambut Antusias
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Leclerc Tuntut Jawaban Ferrari Usai Kesulitan di Kualifikasi GP AS
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menkes Budi Klarifikasi Foto Pakai Oksigen di Kalteng: Bukan karena Sesak Napas
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.