ISPU Tembus Level Bahaya 493, Warga Sampit Nekat Olahraga Terjang Kabut Asap Pekat

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
ISPU Tembus Level Bahaya 493, Warga Sampit Nekat Olahraga Terjang Kabut Asap PekatNasional | inews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:35Dengarkan Berita

SAMPIT, iNews.id – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (25/10/2026), tidak menyurutkan antusiasme warga mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (25/10/2026) pagi. 

Meskipun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) telah menembus level berbahaya, ratusan warga tetap antusias beraktivitas dan berolahraga di luar ruangan di tengah kepungan kabut asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Ironisnya, di tengah kondisi kabut asap tebal yang menyengat, banyak warga yang kedapatan tidak mengenakan masker pelindung saat berolahraga. 

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan CFD Taman Kota Sampit dipadati warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Pekatnya asap akibat karhutla yang meluas selama beberapa bulan terakhir tampaknya tidak menyurutkan niat masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh. 

Sejumlah warga mengaku bahwa berolahraga pada Minggu pagi sudah menjadi kebutuhan rutin agar tubuh tidak terasa lemas dan kaku, meskipun ancaman penyakit pernapasan mengintai. 

Baca Juga:iNews Media Group Apresiasi Dukungan Gubernur Andra Soni ke Keluarga Yudis

"Olahraga itu tetap perlu dilakukan supaya kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga walau ada asap. Tapi idealnya memang harus tetap pakai masker biar aman," ujar salah satu warga Sampit, Riduan. 

"Bagi saya yang sudah lansia begini, olahraga di pagi hari itu sudah jadi kebutuhan. Kalau tidak bergerak malah badan terasa lemas dan kaku semua," tutur warga Sampit lainnya, M. Basuni. 

Berdasarkan data pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Minggu hingga pukul 10.00 WIB, kualitas udara di Kota Sampit resmi menyentuh angka 493 dengan kategori berbahaya.

Parameter kritis tercatat pada konsentrasi partikulat PM10. Hal ini mengindikasikan tingginya partikel debu dan jelaga kasar bertebaran di udara yang sangat mudah terhirup, mengendap di saluran pernapasan bagian atas hingga tenggorokan dan paru-paru, serta berpotensi besar memicu iritasi hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Baca Juga:Peradi Bersatu Ultimatum MK Tolak Gugatan soal Dokumen Pendidikan Gibran

Dinas Kesehatan Kotim mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan serta wajib menggunakan masker medis atau N95 jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.

#kalteng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Persib Vs Garudayaksa FC: Gol Menit Akhir Adam Alis Bawa Maung Bandung Menang 2-1
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
DHL Siap Investasi Rp 63 Miliar, 66 Persen Armadanya Berbasis Listrik pada 2030
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM Masyarakat Terjaga dengan Perkuat Pasokan dan Distribusi
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Jet tempur AS cegat pesawat umum dekat kediaman Trump di Florida
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
PDIP Buka Dialog soal Tindak Lanjut Putusan MK terkait Ijazah Gibran
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.