Poso: Kebakaran hutan dan lahan di Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendekati permukiman warga akibat angin kencang. Tim gabungan berupaya memadamkan dan mencegah api meluas ke rumah penduduk.
"Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah upaya pemadaman dan melokalisasi api agar tidak sampai menjangkau rumah-rumah penduduk. Pergerakan api cukup cepat dan mendekati permukiman, karena dipengaruhi angin kencang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Asbudianto, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam upaya pemadaman api, tim di lapangan menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana teknis seperti tangki air dan peralatan pemadaman bergerak (mobile). "Untuk mempercepat proses penjinakan api, ada sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera didatangkan," ujarnya.
Baca Juga :
Karhutla Landa Poso, 2 Rumah Warga Ikut Ludes TerbakarHingga saat ini belum ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat dampak karhutla. Kobaran api juga belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan terus menunjukkan eskalasi akibat cuaca.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui BPBD terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Poso, serta aparat desa setempat untuk memperkuat tim pemadaman di titik-titik krusial yang mendekati zona hunian warga.
"Warga diimbau tetap siaga mengantisipasi potensi perluasan area kebakaran," ucapnya.
Tim gabungan memadamkan kebakaran lahan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Humas BPBD Sulteng
Petugas di lapangan terus berupaya memadamkan api dengan peralatan yang ada. Mereka juga melokalisasi api supaya tidak meluas.
"Kondisi rumput dan semak yang mengiring mempercepat api merembet di tambah angin bertiup kencang. Tim gabungan terus berupaya menangani kobaran api. Kami melum memetakan berapa luasan terdampak kebakatan," ungkap dia.




