JAKARTA -- Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto mengatakan pengembangan bisnis bullion kian melengkapi pilihan layanan keuangan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mengembangkan solusi keuangan yang semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan nasabah, termasuk dalam pengelolaan investasi.
“Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri menghadirkan Tabungan Emas, cicilan melalui KSM Emas, serta pengambilan emas fisik dalam satu ekosistem,” ujar Sunarto dalam Paparan Publik Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026) lalu.
Baca Juga
Sosialisasi 4 Fatwa Terbaru DSN MUI Didorong, Dari Fatwa Bullion Bank hingga EBA Syariah
Permintaan Emas Meningkat, GoPay Luncurkan Fitur Investasi
Temasek Singapura Bantah Intervensi MSCI Buat Jebloskan Bursa Indonesia ke Standalone
Melalui Livin’ by Mandiri, ujar Sunarto, nasabah dapat membuka tabungan dengan pembelian awal mulai dari 0,02 gram emas. Setelah itu, nasabah dapat melakukan transaksi pembelian emas mulai dari 0,005 gram dan penjualan emas mulai dari 0,01 gram melalui Tabungan Emas yang dapat diakses selama 24 jam secara real time.
“Sementara itu, KSM Emas menyediakan fasilitas kredit untuk pembelian emas dengan mekanisme cicilan sehingga nasabah memiliki pilihan layanan sesuai kebutuhan,” ucap Sunarto.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Untuk menghubungkan layanan digital dengan kebutuhan emas fisik, Sunarto mengatakan nasabah dapat mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas melalui 28 ATM Emas dan 458 cabang yang dapat dipilih melalui Livin’. Sunarto menyampaikan bahwa nasabah dapat memilih emas melalui Tabungan Emas dengan merek ANTAM LM dan HRTA GOLD untuk melengkapi layanan tersebut.
“Melalui bisnis bullion, kami ingin memudahkan masyarakat mengakses layanan emas yang terintegrasi melalui Livin’ by Mandiri, mulai dari menabung, mencicil emas, hingga mengambil emas fisik dari Tabungan Emas,” ucap Sunarto.
Sunarto mengatakan pengembangan ini melengkapi layanan Bank Mandiri sesuai dengan kebutuhan finansial nasabah yang semakin beragam. Ia memaparkan bahwa Livin’ by Mandiri telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026.