Menkes Klarifikasi Foto Viral Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait foto dirinya menggunakan tabung oksigen saat berkunjung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dia menegaskan penggunaan alat tersebut bukan karena mengalami sesak napas, sebagaimana narasi yang beredar.

Melalui akun Instagram @bgsadikin, Budi membenarkan bahwa foto tersebut diambil saat kunjungannya. Namun, ia menyebut keterangan yang menyertai foto itu tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

"Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu," tulis Budi dalam unggahannya.

Ia menjelaskan bahwa selama kunjungan tersebut dirinya juga mengenakan masker KN95. Penggunaan tabung oksigen dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai fasilitas Rumah Oksigen yang tersedia di Palangka Raya.

Kunjungan itu bertujuan memeriksa kesiapan Rumah Oksigen yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta Bus Oksigen Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kedua fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak polusi udara, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Malaysia Buka Opsi Libatkan Negara Teluk untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla

Budi menjelaskan, Rumah Oksigen dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan teknologi high-efficiency particulate air (HEPA). Fasilitas ini dapat dimanfaatkan warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara.

Masyarakat yang mulai mengalami sesak napas dapat mendatangi Rumah Oksigen untuk beristirahat dan memperoleh bantuan oksigen dengan pengawasan tenaga kesehatan. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

"Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat," tulis Budi.

Selain menyediakan Rumah Oksigen, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengoperasikan Bus Oksigen Keliling. Layanan tersebut ditujukan untuk membantu warga yang kesulitan menjangkau fasilitas oksigen.

Budi turut menyoroti risiko paparan polusi udara terhadap relawan pemadam kebakaran yang bertugas menangani karhutla. Menurutnya, kualitas udara yang buruk dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah.

Ia menyebut saturasi oksigen pada relawan pemadam kebakaran terkadang turun hingga di bawah 90 persen.

Karena itu, Budi mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan ketika mengalami keluhan sesak napas, khususnya selama polusi udara akibat karhutla masih berlangsung. Warga yang mengalami gejala tersebut perlu dibawa ke fasilitas kesehatan atau fasilitas oksigen terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

"Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat!" tulis Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ombudsman temukan dugaan pungli kendaraan eksportir di PLBN Motaain
• 9 menit laluantaranews.com
thumb
Prabu: Kadis Perizinan Pastikan Pembangunan Data Center di BSD Belum Berizin
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Barcelona vs Madrid, Hansi Flick: Saya Percaya Diri
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Langka! Ketua Mahkamah Agung Iran Temui Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
• 22 jam laludetik.com
thumb
Megawati: Banyak Orang Pintar, tapi Hatinya Goyah dan Tak Berani
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.