Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) dan konser rapper Kanye West menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi Jakarta tetap tumbuh. Menurut Pramono kondisi makroekonomi Jakarta saat ini masih terjaga meskipun perekonomian dunia menghadapi berbagai tekanan.
“Saya senang sekarang ini, secara makroekonomi Jakarta sedang baik-baik saja. Walaupun dunia lagi mengalami tekanan,” kata Pramono seusai menghadiri acara GMAHK Taman Harapan di Jakarta, Minggu (25/10).
Menurut Pramono, kondisi tersebut antara lain tercermin dari penyelenggaraan berbagai acara berskala besar di ibu kota, mulai dari kegiatan olahraga hingga konser musik internasional. Salah satunya adalah Jakarta Running Festival yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026.
Pramono menyebut ajang lari tersebut mendapat antusiasme besar dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, konser Kanye West bertajuk Ye Live in Jakarta 2026 juga menjadi perhatian. Pramono mengatakan konser tersebut menarik puluhan ribu penonton, termasuk pengunjung dari mancanegara.
“Tadi malam ada konser Ye. Yang hadir kurang lebih 60.000, 30.000 orang asing semua. Dulu enggak pernah terjadi seperti itu,” ujar Pramono.
Pramono juga menyinggung penyelenggaraan konser The Weeknd dan festival musik Pestapora 2026 yang dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi Jakarta. Ia menyebut perputaran transaksi Pestapora mencapai lebih dari Rp 250 miliar.
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 5,52%Pramono menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan perekonomian ibu kota masih mampu tumbuh di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Penyelenggaraan acara berskala besar, menurut Pramono, menjadi salah satu upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi di Jakarta. Berbagai kegiatan tersebut berpotensi menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara.
Ia menilai momentum penyelenggaraan acara olahraga dan hiburan perlu dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian Jakarta di tengah tekanan yang dihadapi pemerintah daerah.
Meski demikian, angka pertumbuhan ekonomi Jakarta dan nilai transaksi acara merupakan indikator yang berbeda. Nilai transaksi suatu acara tidak serta-merta mencerminkan tambahan produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta.
JRF 2026 diikuti sekitar 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari mancanegara. Sementara itu, konser Ye Live in Jakarta menjadi satu-satunya perhentian tur Ye Live Concert Tour 2026 di kawasan Asia Tenggara dan Oseania sekaligus penampilan perdana Ye di Indonesia.
Promotor Raw Vision Collective mencatat 20.500 pembeli tiket dari luar negeri didominasi Australia, Malaysia, dan Singapura serta lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta. Total pengunjung yang datang ke ibu kota pada pekan tersebut melampaui 50.000 orang dari luar daerah. Konser ini juga melibatkan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal dalam berbagai tahap produksi dan operasional.
Staf Khusus Gubernur Cyril Raoul Hakim mengatakan dukungan Pemprov DKI terhadap event-event seperti JRF dan konser Ye adalah bagian dari kebijakan yang konsisten di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono. Dukungan konkret Pemprov DKI mencakup berbagai aspek kenyamanan dan kelancaran mulai dari modifikasi cuaca, perpanjangan jam operasional MRT dan penyiagaan 2.000 personel gabungan untuk menunjang kelancaran berbagai agenda.
“Kami ingin manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang siap menyambut kegiatan internasional.”
Menurut Chico melalui kebijakan yang proaktif, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat posisi ibu kota sebagai destinasi sport tourism dan industri kreatif. Event-event seperti JRF dan konser Ye tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan suasana positif di jalanan Jakarta, tetapi juga membuka peluang nyata bagi pelaku usaha lokal, pekerja, dan ekosistem pariwisata kota.
“Pemprov DKI akan terus mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa yang memberikan dampak ekonomi inklusif dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang dinamis dan ramah terhadap event internasional,” ujar Chico.




