Kemnaker Imbau Warga Waspada Penipuan BSU, Jangan Berikan NIK dan Klik Tautan Palsu

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penipuan ini kerap menyasar pekerja agar mengakses tautan tertentu atau memberikan data pribadi termasuk Nomor Induk Kependudukan.

Kemnaker Imbau Warga Waspada Penipuan BSU, Jangan Berikan NIK dan Klik Tautan Palsu

IDXChannel - Pemerintah meminta masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan penipuan ini kerap menyasar pekerja agar mengakses tautan tertentu atau memberikan data pribadi termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada pihak yang tidak terverifikasi.

Baca Juga:
BSU 2026 Kapan Cair? Simak Syarat Pencairan dan Cara Mengeceknya

“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, dikutip Minggu (25/10/2026).

Indah menjelaskan, penipuan berkedok BSU ini kerap dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) yang menyertakan tautan palsu yang meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU melalui mekanisme yang tidak jelas.

Baca Juga:
Awas Hoaks, Kemnaker Pastikan Belum Ada Kebijakan Penyaluran BSU di 2026

Kemnaker juga menegaskan pencantuman logo Kemnaker pada pesan atau situs tertentu tidak menjamin keaslian informasi tersebut. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk hanya mengakses informasi resmi mengenai BSU melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id.

“Apabila laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi,” katanya.

Baca Juga:
BSU untuk 211 Ribu Tenaga Pendidik Madrasah Non ASN Sudah Cair

Demi perlindungan data pribadi, masyarakat diharap tidak mengakses tautan yang tidak jelas, mengisi data pribadi dan bahkan memberikan kode one-time password (OTP), PIN, atau kata sandi kepada pihak lain.

Selain itu, pemerintah meminta agar masyarakat tidak membayar biaya demi iming-iming proses pencairan BSU karena program ini gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

Jika sudah telanjur mengakses tautan dan menemukan informasi yang meragukan, Kemnaker mengimbau masyarakat agar sebaiknya segera menutup tautan tersebut dan memeriksa kebenarannya melalui kanal resmi Kemnaker.

Indah mengatakan kewaspadaan diperlukan agar masyarakat khususnya kaum pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun Kemnaker.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kepada jajarannya untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang menyasar masyarakat.

“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” kata Indah.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meninggal di Rusia, Anggota BPK Fathan Subchi Akan Dimakamkan di Demak
• 5 jam laludetik.com
thumb
Atap Rapuh dan Terbengkalai, Revitalisasi TK Negeri Tambora 01 Masuk Prioritas 2027
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi Garudayaksa FC Vs Persib: Misi Kebangkitan Maung Bandung di Stadion Pakansari
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
BRI Super League: Bali United Gagal Menang di Kandang Persita, Johnny Jansen Akui Pertahanan Buruk
• 5 menit lalubola.com
thumb
Dasco: Langkah Polri Gagalkan 1,1 Ton Ketamin Selamatkan Anak Bangsa
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.