10 Organisasi Masyarakat Wolo Dukung Keberlanjutan Investasi Nikel PT CNI

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Sepuluh organisasi masyarakat lokal dan adat di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendukung keberlanjutan investasi nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI).

Mereka berharap investasi perusahaan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pengembangan UMKM.

BACA JUGA: Putusan MK Bisa Jadi Jalan Prabowo Pisah dari Jokowi-Gibran pada Pemilu 2029

Ketua Forum Masyarakat Ulu Wolo-Lalonggopi (Formula) Kasnuddin Arif mengatakan keberadaan industri nikel memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut dia, keputusan pemerintah terkait keberlanjutan investasi perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada perusahaan dan mitra usahanya.

BACA JUGA: Viral Pelanggaran COP Ajang JRF, Gubernur Pramono Bilang Begini

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat,” kata Kasnuddin dalam keterangannya yang diterima JPNN.com, Minggu (25/10).

Sepuluh organisasi yang terlibat dalam konsolidasi tersebut terdiri atas MATA Wolo, FORMAPI, PERKASA, FORMABES, FORMULA, Tamalaki Sangia Mekongga, Tamalaki Bunduwula Tebawo, Tamalaki Kinea Mekongga, Tamalaki Sangia Nilulo, dan Tamalaki Polapi Wonua Mekongga.

BACA JUGA: BEM SI Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah dan Perusahaan soal Karhutla

Mereka berharap pemerintah membuka ruang dialog yang melibatkan perusahaan, masyarakat, dan pihak terkait untuk membahas persoalan investasi secara proporsional.

Kasnuddin menilai aspirasi masyarakat yang berinteraksi langsung dengan aktivitas industri perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Dia juga menegaskan dukungan terhadap investasi tidak berarti mengabaikan proses penegakan hukum yang berlaku.

“Persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah. Namun, dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurut perwakilan organisasi masyarakat, aktivitas industri PT CNI turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha di Kecamatan Wolo.

Sejumlah usaha lokal, seperti kios, warung makan, kedai kopi, penjual minuman, hingga pasar sore di Kelurahan Wolo dan Desa Muara Lapao-Pao, menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kebutuhan industri terhadap transportasi, logistik, barang, dan jasa juga membuka peluang bagi pemasok serta pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok.

Kasnuddin menyebut ribuan orang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan dan jaringan mitra usahanya.

“Komitmen ini kami buat karena kehadiran PT CNI dampaknya jelas dan telah dirasakan. Kami berharap manfaat ekonomi tersebut dapat terus berlanjut bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap perusahaan semakin memperluas kesempatan kerja bagi tenaga lokal dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM di Kabupaten Kolaka.

Investasi PT CNI di Kolaka juga berkaitan dengan agenda hilirisasi mineral nasional melalui pembangunan Smelter Merah Putih di Kecamatan Wolo.

Fasilitas tersebut mencatat produksi feronikel perdana pada 27 April 2025. Smelter tahap pertama menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas tungku listrik 72 megavolt-ampere (MVA).

Produksi feronikel menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah bijih nikel melalui pengolahan di dalam negeri. Produk tersebut terutama digunakan sebagai bahan baku industri baja nirkarat atau stainless steel.

Proyek smelter CNI telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Smelter Merah Putih juga berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Meski demikian, manfaat investasi bagi masyarakat perlu didukung pelaksanaan kewajiban perusahaan, termasuk kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.

Pengembangan industri juga diharapkan memperkuat kemitraan dengan pemasok lokal serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja di daerah.

Kasnuddin turut menyinggung informasi mengenai pengembalian kerugian negara oleh PT CNI. Menurutnya, informasi tersebut harus ditempatkan sesuai konteks perkara dan fakta yang dapat diverifikasi.

Dia menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan investasi tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum.

“Kami berharap keputusan yang diambil tetap adil, objektif, dan proporsional,” tegasnya.

Bagi masyarakat Wolo, keberlanjutan investasi diharapkan dapat berjalan seiring dengan kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan warga.

Sepuluh organisasi tersebut berharap pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat dalam menyikapi masa depan investasi CNI, tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban dari kebijakan yang mengabaikan realitas sosial dan ekonomi di daerah kami,” pungkas Kasnuddin.(Kkp/JPNN)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Orang dan 89 Kendaraan, ASDP Siapkan Ganti Rugi
• 22 jam laludisway.id
thumb
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar Sesuai Jadwal, Vietnam Mulai Panaskan Mesin
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Beri Peringatan Keras untuk ASN Pemprov DKI: Telat Dilarang Ikut Rapat
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Orang atau Pilar yang Kamu Lihat Pertama Kali? Ungkap Apakah Kamu Orang yang Impulsif
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth Sebut Progres Pembangunan Capai 83 Persen
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.