Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS sebagai prajurit, patriot, dan negarawan yang mengabdikan diri untuk menjaga keutuhan bangsa.
SBY menyampaikan kesan tersebut setelah menghadiri pemakaman Widodo AS di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu. Pemakaman dilaksanakan melalui upacara militer kenegaraan yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku inspektur upacara.
Advertisement
“Laksamana Widodo AS itu seorang prajurit, patriot, pemimpin, yang juga negarawan, yang banyak sekali jasanya. Saya sangat sering, belasan tahun mengemban tugas bersama almarhum,” kata SBY kepada ANTARA seusai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
SBY mengingat kebersamaannya dengan Widodo AS, terutama ketika Indonesia menghadapi krisis politik dan ekonomi pada 1998. Saat itu, Widodo telah berada dalam jajaran kepemimpinan yang menghadapi situasi genting negara.
“Pada saat negara mengalami krisis 1998, Pak Widodo sudah pada posisi kepemimpinan bersama kami semua. Setelah itu menjadi panglima TNI, Menko Polkam, juga bersama-sama untuk menjaga keutuhan republik ini,” ujar SBY.
Menurut SBY, Widodo memiliki karakter pekerja keras dan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa. Ia juga mengenang komitmen almarhum terhadap konstitusi dan negara.
“Banyak kenangan saya pribadi bersama beliau. Tetapi intinya, beliau itu kalau demi konstitusi dan Merah Putih itu tegak lurus,” katanya.




