jpnn.com, SEMARANG - Transformasi digital bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan harapan keberlanjutan pendidikan vokasi di Indonesia.
Hal itu dibuktikan oleh SMKN 5 Semarang.
BACA JUGA: Telkom Luncurkan Sobat Indibiz, Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital
Sebagai salah satu sekolah kejuruan tertua di Kota Semarang yang berdiri sejak 1965, SMKN 5 Semarang dengan 1.300 siswa di dalamnya dituntut untuk terus adaptif.
Kelancaran administrasi, kegiatan belajar mengajar, hingga evaluasi pembelajaran kini sangat bergantung pada konektivitas internet yang andal.
BACA JUGA: Dukung Digitalisasi Pelaku UMKM, Indibiz Tebar Promo Spesial Awal 2026
Untuk menjawab tantangan tersebut, SMKN 5 Semarang resmi memanfaatkan berbagai solusi digital dari Indibiz, ekosistem solusi digital dari Telkom Indonesia untuk segmen UKM dan institusi pendidikan.
Adapun layanan yang digunakan mencakup internet Bisnis Indibiz, Pijar Sekolah, Astinet, serta layanan telepon.
BACA JUGA: Indibiz Dorong Pelaku UMK Majukan Ekonomi Lewat Program Pahlawan Digital Masa Kini
Kolaborasi ini memastikan seluruh aktivitas sekolah yang membutuhkan koneksi stabil dapat berjalan tanpa hambatan, terutama dalam pengelolaan data pendidikan
Kepala SMKN 5 Semarang Abdul Malik Nugroho menegaskan bagi institusi pendidikan, konektivitas bukan hanya soal kecepatan, melainkan soal keandalan dan layanan purna jual.
Menurutnya, stabilitas jaringan sangat krusial untuk menunjang pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta berbagai aktivitas akademik dan administratif lainnya.
"Bagi kami, konektivitas bukan hanya soal akses internet, tetapi juga bagaimana layanan tersebut dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan penting sekolah. Stabilitas jaringan dan kecepatan respons ketika terjadi kendala menjadi faktor yang kami perhatikan, sehingga berbagai aktivitas yang membutuhkan koneksi internet dapat berjalan lebih lancar," tutur Malik, Minggu (25/10).
Berkat dukungan tersebut, kini aktivitas guru menjadi jauh lebih mudah, mulai dari mengakses materi pembelajaran, berbagi sumber belajar digital melalui platform Pijar Sekolah, hingga melaksanakan evaluasi dan penilaian siswa secara daring dapat dilakukan secara efisien.
Lebih dari sekadar penyedia internet, kerja sama dengan Indibiz dinilai memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi sekolah vokasi.
Malik mengakui kolaborasi ini membuka peluang penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri atau link and match, yang menjadi napas utama pendidikan vokasi.
Sebagai sekolah yang menyiapkan lulusan siap kerja, SMKN 5 Semarang membutuhkan akses langsung bagi siswa untuk mengenal lingkungan kerja dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang semakin terdigitalisasi.
Kolaborasi dengan pelaku industri teknologi seperti Indibiz membuka kesempatan bagi siswa untuk memperluas pengalaman kerja industri secara langsung.
"Jadi, motonya Indibiz 'Ciptakan Peluang dan Wujudkan Harapan' itu benar-benar kami rasakan. Double benefit pokoknya bisa bekerja sama dengan Indibiz," tutup Malik. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Pelanggan Nasional, Indibiz Tawarkan Paket Promo Eksklusif, Mulai Rp 300 Ribu
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




