Pantau - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027 digelar untuk mewadahi tingginya antusiasme siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) dalam mengikuti kompetisi sepak bola putri di Jakarta Utara dan wilayah sekitarnya.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan penyelenggaraan perdana kompetisi tersebut diikuti sedikitnya 1.600 siswi dari 112 sekolah.
Para peserta tergabung dalam 143 tim yang terdiri atas 32 tim kelompok umur 10 tahun (KU 10) dan 111 tim kelompok umur 12 tahun (KU 12).
Teddy menyampaikan bahwa pembagian wilayah kompetisi dilakukan untuk memperluas kesempatan pembinaan sepak bola putri usia dini di Jakarta.
MLSC Jakarta Dibagi Menjadi Dua Wilayah KompetisiTeddy menjelaskan bahwa penyelenggara menerima masukan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai pembagian wilayah kompetisi.
Masukan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan dua wilayah penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di kawasan Jakarta.
"Jadi kami membagi ke dua wilayah yakni regional Jakarta Raya untuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya serta regional Jakarta Jaya untuk wilayah Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya," ujar Teddy dalam keterangan resmi, Minggu (25/10/2026).
Pembagian tersebut bertujuan memberikan ruang kompetisi yang lebih luas bagi siswi SD dan MI yang memiliki minat terhadap sepak bola.
Penyelenggara berharap pembinaan pemain putri usia dini dapat berkembang secara merata di berbagai wilayah ibu kota.
Sebanyak 143 Tim Ikuti Kompetisi Sepak Bola PutriPenyelenggaraan perdana MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027 mencatat partisipasi sedikitnya 1.600 siswi dari 112 sekolah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 tim mengikuti pertandingan KU 10.
Sementara itu, kelompok KU 12 diikuti 111 tim.
Teddy menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah terhadap sepak bola.
Selain jumlah peserta, penyelenggara juga mencatat perkembangan kualitas permainan para pemain muda.
Menurut Teddy, peningkatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan calon pesepak bola putri Indonesia.
Teddy Tjahjono Soroti Perkembangan Teknik dan Mental PemainTeddy mengatakan peningkatan kualitas pemain merupakan hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
Ia menilai konsistensi pembinaan menjadi faktor penting dalam mengembangkan kemampuan teknik dan mental pesepak bola putri usia dini.
"Ini adalah sesuatu yang normal. Dengan adanya konsistensi dan komitmen jangka panjang dari kami di Djarum Foundation, perlahan mereka akan terus berkembang baik dari sisi teknik dan juga mental," tambah Teddy.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membuka peluang lahirnya pemain-pemain putri yang mampu memperkuat sepak bola Indonesia pada masa mendatang.
Penyelenggaraan kompetisi di sejumlah wilayah juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan bertanding kepada lebih banyak pemain usia sekolah.
SDN Pondok Kacang Timur 04 dan SDN Cakung Barat 05 Raih Gelar JuaraRangkaian MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027 mencapai pertandingan final di Jakarta International Stadium, Minggu (25/10/2026).
Pada kategori KU 12, SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SDN Penjaringan 06 dengan skor 4-2.
Sementara itu, SDN Cakung Barat 05 meraih gelar juara KU 10 setelah menundukkan SDN Cikini 01 dengan skor 3-2.
Kemenangan tersebut memastikan kedua sekolah menjadi juara pada kelompok umur masing-masing dalam penyelenggaraan perdana MLSC Jakarta Jaya musim 2026/2027.
Melalui pembagian wilayah kompetisi dan pembinaan berkelanjutan, penyelenggara berharap semakin banyak siswi memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan sepak bola sejak usia dini.




