JAKARTA, KOMPASTV - Bentrokan antara demonstran dan polisi pecah di Marseille, Prancis, pada Sabtu (24/10/2026) jadi sorotan.
Aksi ini berlangsung di tengah gelombang demonstrasi nasional selama dua akhir pekan berturut-turut yang menuntut peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan layanan publik, serta keringanan atas kenaikan biaya hidup.
Rekaman memperlihatkan demonstran berbaris di jalanan sebelum bentrokan pecah.
Massa melemparkan bom molotov dan kembang api, bahkan menendang tabung gas air mata ke arah polisi.
Polisi sempat mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa.
Demonstrasi terbaru ini menyusul kerusuhan pada 17 Oktober, ketika sejumlah toko dijarah dan bangunan publik mengalami kerusakan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan perwakilan mahasiswa pada Jumat (23/10/2026).
Namun, para pemimpin mahasiswa menyerukan agar mobilisasi massa terus berlanjut.
Prancis pun dipenuhi pecahan kaca, coretan grafiti, dan puing-puing pada Minggu (25/10/2026), setelah kerusuhan kembali terjadi pada akhir pekan.
Bagi sebagian warga, kondisi setelah kerusuhan itu menyerupai zona perang, bukan ibu kota Prancis.
“Saya sudah tinggal di Prancis selama 20 tahun, dan saya belum pernah melihat hal seperti ini. Tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah,” katanya.
Video Editor: Aqshal
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- demo paris
- prancis





