REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dintan TPH) mengoptimalkan peran 326 Brigade Pangan untuk mendongkrak produksi padi. Langkah strategis ini diambil guna mencapai target ambisius sebesar 4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2026.
Kepala Dintan TPH Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan bahwa pemanfaatan Brigade Pangan secara optimal menjadi kunci keberhasilan program ini. “Brigade Pangan yang telah terbentuk di provinsi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, sehingga target produksi padi tersebut bisa dicapai untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya di Palembang, Minggu (25/10).
Bambang menjelaskan, ratusan brigade tersebut disebar di sejumlah wilayah yang menjadi fokus optimalisasi lahan dan program cetak sawah baru. Adapun daerah-daerah yang menjadi prioritas antara lain Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dengan memberdayakan Brigade Pangan, diharapkan seluruh kegiatan produksi padi yang melibatkan para petani di wilayah tersebut dapat berjalan secara maksimal. Tidak hanya mengandalkan brigade, Dintan TPH Sumsel juga aktif menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran TNI/Polri, untuk menyukseskan program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada.
Tren Positif Produksi Padi Sumsel
Bambang Pramono menyatakan optimismenya bahwa target 4 juta ton GKG dapat terealisasi melalui sinergi pemberdayaan Brigade Pangan, optimalisasi lahan eksisting, serta penambahan lahan melalui program cetak sawah baru. Keyakinan ini didasari oleh tren peningkatan produksi padi di Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dirilis, produksi padi Sumsel menunjukkan grafik yang konsisten naik. Pada tahun 2021, produksi tercatat sebesar 2,55 juta ton GKG. Angka ini meningkat menjadi 2,77 juta ton pada 2022, lalu kembali naik ke 2,83 juta ton di tahun 2023. Memasuki tahun 2024, produksi sedikit meningkat menjadi 2,84 juta ton GKG, dan melonjak signifikan pada tahun 2025 ini menjadi 3,6 juta ton GKG.
“Produksi padi tersebut dihasilkan oleh sekitar 980 ribu petani dari total lahan sawah seluas 519.484 hektare,” pungkas Bambang.