Houthi Serang Saudi: Koalisi Cegat Rudal, KBRI Imbau Waspada

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Arab Saudi menghadapi rangkaian serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Di tengah eskalasi tersebut, puing rudal yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Jeddah, Taif, dan Rabigh.

Sementara itu, kelompok Houthi mengeklaim telah menyerang sejumlah bandara dan fasilitas minyak Saudi.

Di Riyadh, sistem pertahanan udara Saudi dan koalisi pimpinan Saudi dilaporkan mencegat sejumlah rudal. Setelah sempat ditutup akibat serangan sebelumnya, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali membuka sebagian operasionalnya pada Minggu (25/10).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Puing Rudal Jatuh di Makkah dan Jeddah

Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan puing-puing dari dua rudal balistik yang berhasil dicegat jatuh di sejumlah lokasi di wilayah barat negara tersebut pada Sabtu (24/10).

Puing dilaporkan jatuh di Wadi Al-Mughammas, Makkah; kawasan Al-Nuzha di Jeddah; Wadi Jalil di Taif; serta wilayah Masturah di Rabigh. Tim tanggap darurat dikerahkan untuk menangani laporan jatuhnya puing tersebut. Otoritas belum merinci adanya korban jiwa akibat insiden itu.

Lokasi jatuhnya puing menjadi perhatian karena Makkah merupakan kota suci bagi umat Islam. Namun, pemerintah Saudi menyatakan rudal tersebut telah dicegat sebelum mencapai sasaran.

Kelompok Houthi membantah telah menargetkan Makkah dan Madinah. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut tuduhan bahwa kelompoknya menyerang dua kota suci tersebut sebagai kebohongan besar. Ia menyatakan operasi kelompoknya ditujukan ke fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi.

Houthi Serang Bandara dan Fasilitas Minyak Saudi

Di tengah laporan pencegatan rudal, kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyebut sasaran serangan mencakup Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Bandara Najran, serta sebuah pangkalan udara di Khamis Mushait.

Kelompok tersebut juga mengklaim menargetkan fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu, kilang minyak Rabigh, stasiun pemompaan minyak mentah, dan jalur pipa East-West yang menghubungkan kawasan produksi minyak di bagian timur Saudi dengan pesisir Laut Merah.

Houthi menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan udara Saudi di wilayah Yaman yang mereka tuding mengenai kawasan sipil.

Namun, klaim mengenai seluruh sasaran yang terkena serangan belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak Saudi melaporkan sejumlah rudal berhasil dicegat, sedangkan puing-puingnya jatuh di beberapa wilayah.

Koalisi Saudi Cegat 10 Rudal, Ledakan Terdengar di Riyadh

Pertahanan udara Saudi kembali mencegat sejumlah proyektil di tengah meningkatnya ketegangan. Pada Minggu (25/10), koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah mencegat 10 rudal balistik yang mengarah ke wilayah selatan Arab Saudi.

Koalisi juga menyatakan telah mencegat rudal balistik dan drone yang mengarah ke kawasan Riyadh, serta rudal jelajah yang ditujukan ke Khamis Mushait. Sejumlah ledakan terdengar di ibu kota Saudi di tengah operasi pencegatan tersebut.

Insiden ini menambah tekanan terhadap keamanan wilayah Saudi, terutama setelah serangan sebelumnya mengganggu operasional penerbangan dan menimbulkan korban jiwa. Serangkaian serangan juga memperbesar kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan aktivitas transportasi.

Eskalasi tersebut terjadi ketika konflik antara kelompok Houthi dan pihak-pihak yang didukung Saudi di Yaman kembali meningkat. Serangan lintas perbatasan yang sebelumnya mereda setelah gencatan senjata pada 2022 kini kembali mengancam stabilitas kawasan.

Bandara Riyadh Kembali Dibuka, Houthi Tetap Beri Ancaman

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali membuka sebagian operasionalnya pada Minggu (25/10), setelah sempat menghentikan penerbangan akibat serangan pada 10 Oktober.

Otoritas bandara menetapkan Terminal 1 untuk penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2 melayani penerbangan internasional oleh maskapai nasional. Pembukaan kembali ini dilakukan ketika ancaman serangan rudal dan drone masih berlanjut.

Meski operasional mulai berjalan kembali, kelompok Houthi tetap memperingatkan maskapai dan penumpang agar tidak menggunakan bandara tersebut. Yahya Saree menyatakan:

“The Yemeni Armed Forces warn all international, regional and local airlines – as well as staff and travellers – against using King Khalid airport in Riyadh, as it is unsafe and serves as a military target for our forces,”

Pernyataan itu dikutip Al Jazeera dari juru bicara militer Houthi. Ia juga memperingatkan bahwa pemerintah Saudi akan menanggung konsekuensi dari aktivitas di bandara tersebut.

Ancaman tersebut membuat situasi penerbangan di Riyadh masih perlu dipantau. Penumpang yang hendak bepergian perlu memastikan status penerbangan langsung kepada maskapai sebelum menuju bandara.

KBRI Imbau WNI Tetap Waspada

Di tengah perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi, KBRI Riyadh mengimbau WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

WNI yang memiliki jadwal penerbangan juga diminta memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing dan memantau pengumuman resmi.

“KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Henny Hamidah.

WNI juga diminta mengikuti arahan otoritas setempat dan memantau informasi dari Pemerintah Arab Saudi serta perwakilan Indonesia. KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tetap memberikan pelayanan kekonsuleran dan perlindungan kepada WNI.

Di tengah ancaman rudal dan gangguan penerbangan, kewaspadaan menjadi penting bagi warga Indonesia yang tinggal maupun sedang berada di Arab Saudi. Informasi perjalanan sebaiknya dikonfirmasi melalui maskapai dan saluran resmi, bukan hanya berdasarkan kabar yang beredar di media sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejarah Unik Bento dan Perkembangannya dalam Budaya Jepang
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Anggota BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia saat Bertugas di Moskow
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Praktisi Hukum Singgung 2 Poin Penting Soal Peluang Ruben Onsu Ingin Menangkan Hak Asuh Anak: Pertama dan Utama
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini 26 Oktober: Hujan Mengguyur Mayoritas Kota Besar di RI
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Petaka di Laut Tak Kunjung Surut
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.