Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gelar sayembara berhadiah Rp10 juta. Hadiah itu akan diberikan Dedi Mulyadi kepada masyarakat yang mampu memberi informasi soal pencurian kayu sonokeling.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi memang sempat menggelar sayembara beberapa kali. Sayembara pertama, Dedi berjanji akan memberikan hadiah sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk warga Jabar yang berhasil menangkap begal dan menyerahkan pada polisi.
Selain itu, Dedi juga menggelar sayembara Informasi Tramadol dan Miras Ilegal pada Agustus 2026. Dedi juga menyiapkan hadiah bagi warga yang membuat unggahan di media sosial terkait peredaran atau penjualan obat tramadol serta minuman keras ilegal di wilayah Jawa Barat.
Tak berhenti sampai di situ, baru-baru ini Dedi Mulyadi gelar sayembara lagi. Kali ini, Dedi mengaku akan memberikan hadiah Rp10 juta kepada masyarakat yang mampu memberikan informasi akurat mengenai pelaku pencurian kayu sonokeling di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
"Siapa yang bisa menyampaikan informasi para pencuri sono keling, saya kasih hadiah 10 juta rupiah,” katanya dilansir TribunJabar.id pada (24/10/2026).
Selain meluncurkan sayembara itu, Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar menjelang tibanya musim tanam pada bulan November.
"Ya mungkin ada yang bakar ilalang. Karena umum menjelang November."
"Kan orang biasa, petani suka nanam. Jadi nanti tidak boleh lagi,” imbaunya.
Pengumuman tersebut disampaikan di sela-sela penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan. Sekadar informasi, operasi pemadaman karhutla Ciremai sendiri dipantau langsung oleh Gubernur via helikopter water bombing dan dinyatakan relatif selesai setelah dua hari penanganan intensif.
"Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas. Dan itu sudah menurun,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi menegaskan luas wilayah yang terdampak api di kawasan konservasi tersebut tercatat seluas 30 hektare. Dedi pun bergerak cepat setelah mendapat informasi kebakaran tersebut.
Dedi diketahui mendatangkan bantuan armada helikopter dari Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, Angkatan Udara, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Ia pun bersyukur kebakaran itu sudah selesai setelah 2 hari dipadamkan.
"Yang terbakar 30 hektar. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” jelas Gubernur.
"Jadi kita kerja bareng untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan berhasil, waktunya cuma dua hari selesai,” tegasnya.
Absen Rapat Koordinasi Nasional
Dedi Mulyadi ungkap alasannya tak hadir di Rakornas bersama Presiden Prabowo. Dedi mengaku alasannya absen dari rapat penting itu karena fokus menangani Karhutla Gunung Ciremai.
"Soal tidak hadiri acara presiden sudah saya sampaikan ke Mensesneg. Kemarin pagi saya WA Pak Mensesneg. Pak, saya minta arahan ini ada kebakaran di Ciremai. Ada pengarahan dari Bapak Presiden untuk tangani yang Ciremai."
"Saya juga lapor ke Pak Seskab. Jadi kami kemarin melaksanakan itu atas sepengetahuan. WA-nya juga ada,” pungkas Gubernur dilansir Kompas.com. (*)
Artikel Asli




