Reaksi Waketum MUI soal Imam Mahdi Gadungan di Bangkalan Modus Top Up Nyawa, Berujung Peras Korban Rp1,3 Miliar

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), Cholil Nafis turut menyoroti fenomena yang terjadi di Bangkalan. Seorang pria berinisial FF diduga mengaku sebagai sosok Imam Mahdi.

Selain mengaku Imam Mahdi, pria tersebut juga menjanjikan beberapa hal kepada pengikut maupun santrinya, mulai dari bisa memperpanjang umur hingga masuk surga.

Salah satu korban, Halimi justru merasa telah menjadi korban pemerasan. Ia mengalami kerugian sebesar Rp1,3 miliar, sehingga mendorong dirinya melaporkan Imam Mahdi palsu tersebut kepada polisi atas dugaan penipuan bermodus ajaran keagamaan.

Cholil Nafis mulanya menanggapi secara santai terkait kasus dugaan penipuan tersebut. Kebiasaan maupun kultur masyarakat saat bersikap atau mengikuti ajaran guru, khususnya di wilayah Jawa Timur jarang terpisahkan.

"Pertama, saya memahami tentang kultur masyarakat yang sangat tunduk kepada guru," ujar Cholil Nafis saat dihubungi tvOne, Minggu (25/10/2026).

Cholil Nafis telah mendengar kronologi dugaan penipuan melalui modus ajaran keagamaan dilakukan oleh FF. Halimi dan Jailani, kuasa hukumnya menceritakan awal mula kasus ini berangkat dari kakaknya F, GY.

GY merupakan guru spiritual sekaligus panutan Halimi dan sejumlah pengikutnya. Saat itu tidak ada ajaran agama yang bertentangan dengan syariat Islam.

Setelah GY meninggal dunia pada 2019, korban dan sejumlah pengikut lainnya diperkenalkan ke ayah GY, AS yang mengaku dijuluki sebagai Ratu Adil Alaihi Salam, sedangkan FF mengaku Imam Mahdi.

"Dari 2019, ini mulai ada masalah ketika diteruskan oleh adiknya. Bukan adanya pengajaran, justru yang ada kesesatan. Kesesatannya yang pertama adalah mengaku sebagai Imam Mahdi," terangnya.

FF mulai melancarkan aksinya untuk terus mencuri otak para pengikutnya. Mulanya pria asal Bangkalan itu menyebut bahwa ayahnya kerap bisa melihat amal dan berkomunikasi dengan Tuhan.

Seiringnya waktu, para pengikutnya terus dijanjikan umur panjang, terhindar dari siksa kubur hingga jaminan masuk surga. Akibatnya, mereka didesak membayar uang dengan sejumlah Rp3,3 juta.

"Yang kedua menjadi kesalahan fatal itu dia mengira orang kapan akan meninggal. Kalau tidak bayar, dia akan meninggal," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ingin cepat hamil? Ini 8 tips promil alami yang bisa dicoba
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Koalisi Saudi Cegat 10 Rudal Houthi, Ledakan Terdengar di Riyadh
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
KJRI Melbourne gelar festival untuk kenalkan budaya-UMKM Indonesia
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Bhayangkara FC ingin lanjutkan tren kemenangan di kandang
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli Juara, Asapi Charles Leclerc dan Max Verstappen
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.