Polda Metro Jaya Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Hari Ini, Kerahkan 2.938 Personel

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, Senin (26/10/2026) (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Daerah atau Polda Metro Jaya, menggelar Operasi Kepolisian Patuh Jaya tahun 2026 mulai hari ini, Senin (26 Oktober 2026) hingga 8 November 2026.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, Senin (26/10/2026), menyebut operasi itu mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan".

“Tema ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang kondusif, tetapi butuh kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat,” kata dia.

Baca Juga: Operasi Patuh 2026 Mulai Digelar Hari Ini, Cek Sasaran Tilang ETLE hingga 8 November

Polisi, lanjut dia, perlu berkolaborasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat untuk membangun kepatuhan yang lahir dari kesadaran murni dari dalam diri pribadi.

Oleh Sebab itu, lanjut dia, cara bertindak operasi ini lebih dominan pada upaya preemtif dan preventif.

“Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2026,” tegasnya.

Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 2.938 personel gabungan, terdiri atas 2.798 personel Polri, 80 perseonel TNI, 30 personel Dishub DKI Jakarta, dan 30 Satpol PP.

“Adapun yang menjadi sasaran prioritas meliputi: pengendara motor tanpa helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, dan melawan arus,” ujarnya.

Pedoman Pelaksanaan

Ia menambahkan, untuk memastikan operasi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata serta menumbuhkan kepatuhan berlalu lintas atas kesadaran murni masyarakat, maka ada beberapa hal yang perlu dipedomani dan dilaksanakan.

Pertama, laksanakan pendataan dan pemetaan berbasis akar masalah. Petakan titik rawan pelanggaran melawan arus.

“Identifikasi akar masalahnya apakah kurangnya rambu peringatan, minimnya pengawasan, atau faktor rekayasa lalu lintas,” tuturnya.

Baca Juga: Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 26 Oktober, Cek Daftar Pelanggaran yang Disasar

“Petakan titik rawan kecelakaan. Identifikasi akar masalahnya apakah kondisi jalan rusak, kurangnya penerangan lampu jalan, minimnya rambu, atau minimnya pengawasan,” ucapnya.

Selanjutnya, ia juga meminta untuk memetakan dan identifikasi pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm.

“Catat identitas, alamat rumah, atau asal sekolah bagi pelanggar yang masih berstatus pelajar. Cari tahu akar masalahnya melalui pendekatan humanis. Apa karena faktor ekonomi tidak mampu membeli helm atau sekedar rendahnya kesadaran masyarakat,” katanya.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • polda metro jaya
  • operasi patuh jaya
  • kepolisian daerah metro jaya
  • operasi patuh
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persekabpas Fast Launching Tim Menuju Liga 3 Nusantara, Ribuan Sakera Mania Memadati Pandaan
• 6 jam laluberitajatim.com
thumb
Besaran Denda Tilang Operasi Patuh 2026 Mulai 26 Oktober hingga 8 November
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Potret peresmian Kampung Silat Betawi Rawa Belong sebagai Kampung Budaya 2026
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
ULM Raih Enam Penghargaan di Abdidaya Ormawa 2026, Ini Daftarnya
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Ferry Boboho Dilindungi LPSK, Kubu Febrie Adriansyah Keberatan
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.