JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Kalimantan.
Informasi ini menjadi perhatian di tengah potensi gangguan kualitas udara, salah satunya akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap karhutla dapat menghasilkan partikel halus yang mencemari udara dan berdampak pada kesehatan.
Salah satu indikator yang digunakan untuk memantau kondisi tersebut adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat konsentrasi PM2.5 dalam kategori berbahaya. Nilai prakiraannya mencapai rata-rata 1.021,8 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah kota lain di Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Bersiap! BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin (26/10) | KOMPAS MALAM
Prakiraan Kualitas Udara di Pulau KalimantanSelain Palangka Raya, BMKG merilis prakiraan kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 di beberapa kota lain di Pulau Kalimantan untuk 26-27 Oktober 2026:
- Pontianak, Kalimantan Barat: Prakiraan kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata 59,6 mikrogram per meter kubik, termasuk kategori tidak sehat.
- Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Prakiraan kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata 152,0 mikrogram per meter kubik, termasuk kategori sangat tidak sehat.
- Samarinda, Kalimantan Timur: Prakiraan kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata 29,4 mikrogram per meter kubik, termasuk kategori sedang.
- Tanjung Selor, Kalimantan Utara: Prakiraan kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata 17,3 per meter kubik, termasuk kategori sedang.
Berdasarkan data prakiraan tersebut, Palangka Raya mencatat nilai maksimum PM2.5 tertinggi di antara lima kota yang dibandingkan tersebut. Banjarmasin juga perlu diperhatikan karena nilai maksimum prakiraannya mencapai 201,5 per meter kubik dengan kategori sangat tidak sehat.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok 25-26 Oktober 2026, Hujan Lebat Melanda Sejumlah Wilayah
Apa Dampak PM2.5 bagi Kesehatan?
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil, dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai paru-paru.
Paparan PM2.5 dapat memicu iritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, terutama pada kelompok rentan.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan atau jantung perlu lebih memperhatikan informasi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Jika kualitas udara aktual menunjukkan tingkat polusi yang tinggi, masyarakat dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menutup jendela ketika udara luar tercemar, serta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus ketika harus beraktivitas di luar.
Masyarakat juga disarankan memantau informasi kualitas udara terbaru dari situs resmi BMKG bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @InfoBMKG.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- kualitas udara
- kalimantan
- palangka raya bahaya





