JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menyebut Gibran Rakabuming menjadi wakil presiden atas permintaan langsung Prabowo Subianto.
Ade menyampaikan hal itu dalam Program Bola Liar, Kompas TV, yang tayang Jumat (23/10/2026), membahas polemik ijazah Gibran.
Menurut Ade, Gibran tidak bisa disalahkan dalam kasus ini, meski berulang kali orang membangun narasi bahwa dia melanggar konstitusi, atau konstitusi diubah untuk Gibran.
Baca Juga: Polemik Ijazah Bergulir, Ade Armando: Salahnya Gibran di Mana?
Ade menilai narasi tersebut tanpa dasar. Sebab, Gibran telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang ikut dalam sebuah pemilihan.
“Gibran mengatakan--ini dialog ini, dialog dalam imajinasi saya ya--Gibran mengatakan, ‘Saya tidak punya ijazah SMA karena saya mengikuti proses pendidikan di mana saya mengikuti pathway menuju universitas dan kemudian saya masuk ke universitas tanpa ijazah SMA’,” kata Ade.
"’Saya punya ijazah S1. Boleh enggak?’ Kata KPU ‘boleh’. Kenapa? Ada peraturan KPU yang bilang bahwa lulusan luar negeri, tidak diwajibkan menunjukkan ijazah SMA selama dia bisa menunjukkan ijazah S1.”
Dengan kata lain, lanjut Ade, Gibran tidak melanggar hukum apapun dan telah mengikuti aturan yang ada.
Tidak Kepingin Banget Jadi WapresSaat ditanya mengenai apakah saat ini Gibran tidak merasa ditinggal karena Presiden diam dan tidak melakukan intervensi terkait polemik kasus tersebut, Ade memastikan Gibran tidak merasa ditinggalkan.
“Tidak. Kalau dalam hal itu saya percaya betul dengan--sebetulnya gini ya, Mas Gibran itu bukanlah seseorang yang kepengin banget jadi wapres,” ujarnya.
Kemudian saat ditanya siapa yang menginginkan Gibran menjadi wakil presiden, Ade menjawab Prabowo yang memintanya, meski Gibran beberapa kali menolak.
“Kan yang meminta kan Pak Prabowo. Dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak ya,” kata Ade.
“Anda pernah dengar kan cerita, dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri, sebetulnya ketika itu sudah empat kali Mas Gibran diminta oleh Prabowo melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden.”
Baca Juga: Ade Armando Cerita Gibran Sempat Menolak, Jokowi Minta Bantu Prabowo
Menurut Ade, saat itu Gibran memilih untuk menyelesaikan jabatannya sebagai Wali Kota Solo dan mungkin kemudian ke Gubernur Jawa Tengah.
“Tapi masalahnya hasil survei terus-menerus menunjukkan dari semua calon wakil presiden yang ada, ada beberapa nama, Erick Tohir dan kawan-kawan, selalu yang tertinggi suaranya adalah Gibran,” ujarnya.
“Karena itulah, untuk kelima kalinya ketika itu dikatakan tolonglah kalau begitu bantulah ini Pak Prabowo kata Pak Jokowi. Dan akhirnya kata Gibran, ‘Ya sudah oke’. Jadi dia tuh sebetulnya enggak kepengin-kepengin banget maju sebagai wapres.”
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ade armando
- gibran rakabuming
- prabowo subianto
- wakil presiden ri
- ijazah gibran





