Malaysia Uji Minyak Sawit Jadi Pendingin Data Center AI

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Malaysia tengah mengembangkan minyak sawit untuk menjadi pengganti air dalam sistem pendingin server data center. Inovasi bernama Sawit EcoTherm ini menawarkan penghematan air dan energi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal potensi perluasan perkebunan sawit.

Tim peneliti Malaysian Palm Oil Board (MPOB) mengembangkan teknologi tersebut saat pertumbuhan infrastruktur digital Malaysia meningkatkan kebutuhan air dan listrik. Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), Sawit EcoTherm semakin mendekati tahap komersialisasi.

Peneliti senior di unit rekayasa proses dan desain Divisi Teknologi Oleokimia Lanjutan MPOB, Dr Noor Khairin Mohd, mengatakan Sawit EcoTherm menawarkan proses pendinginan tanpa air. Teknologi tersebut memanfaatkan cairan dielektrik yang tidak menghantarkan listrik untuk menyerap panas langsung dari komponen server.

"Alih-alih menggunakan menara pendingin yang mengonsumsi banyak air melalui penguapan, komponen server sepenuhnya terendam dalam cairan dielektrik nonkonduktif yang terus memindahkan panas dalam sistem sirkulasi tertutup,” kata Noor Khairin kepada media lokal Bernama.

Menurutnya, penerapan teknologi ini secara luas berpotensi mengurangi kebutuhan air industri data center di Malaysia. MPOB menyebut sistem pendinginan berbasis air pada data center di Malaysia berpotensi mengonsumsi 876 juta liter air per hari, setara dengan kebutuhan air hampir 4 juta orang.

Sawit EcoTherm menyasar kebutuhan pendinginan data center kecerdasan buatan (AI) dan data center hyperscale berskala besar. Menurut Noor Khairin, server AI menghasilkan panas tiga hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan server konvensional.

MPOB juga mengklaim teknologi ini dapat menurunkan konsumsi energi sekitar 30 hingga 50 persen, menghilangkan kebutuhan kipas server, dan membantu meningkatkan efisiensi penggunaan daya (power usage effectiveness/PUE). Penurunan konsumsi listrik tersebut, menurut Noor Khairin, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca tidak langsung dari penggunaan listrik, yang masuk dalam kategori Scope 2.

Ekspansi Data Center Tambah Kebutuhan Sumber Daya

Pengembangan Sawit EcoTherm berlangsung di tengah derasnya investasi infrastruktur digital Malaysia. Data Malaysian Investment Development Authority menunjukkan pemerintah menyetujui 143 proyek investasi data center dan cloud (komputasi awan) senilai 35,23 miliar dolar AS sepanjang 2021 hingga pertengahan 2025.

Transisi Energi dan Transformasi Air Malaysia, Fadillah Yusof, menyebut penggunaan listrik dan air data center per April 2026 sudah mencapai separuh kapasitas yang telah disetujui. Pemerintah Malaysia menerapkan sejumlah langkah, termasuk penilaian teknis menyeluruh, untuk menjaga agar pertumbuhan data center tidak mengganggu pasokan air dan energi bagi konsumen serta pembangunan yang telah direncanakan.

Meski mengurangi penggunaan air dan meningkatkan efisiensi energi adalah hal yang pentung, para ahli menilai cairan pendingin server berbasis kelapa sawit tidak membuatnya secara otomatis disamakan dengan produk yang lebih ramah lingkungan.

Renard Siew, pakar keberlanjutan dan perubahan iklim sekaligus Kepala Keberlanjutan di Yinson, menilai evaluasi harus mencakup seluruh siklus hidup produk. "Pertanyaan yang relevan adalah jejak sepanjang siklus hidupnya, mulai dari bahan baku dan pengolahan hingga transportasi, penggunaan, kinerja, dan akhir masa pakai," kata Siew.

Menurutnya, tantangan keberlanjutan akan bertambah jika permintaan cairan pendingin mendorong perluasan perkebunan sawit. Kondisi itu bisa memindahkan beban lingkungan dari data center ke tahap produksi bahan baku.

Siew mendorong penerapan teknologi ini disertai komitmen tanpa deforestasi, bahan baku bersertifikat yang dapat ditelusuri, serta perlindungan penggunaan lahan. Ia juga menyarankan pemanfaatan produk samping sawit dari sumber yang bertanggung jawab untuk membatasi tambahan permintaan terhadap produksi pertanian primer.

Dari sisi ekonomi, Direktur Program Studi Ekonomi Sunway University, Yeah Kim Leng, menilai Sawit EcoTherm berpotensi meningkatkan permintaan minyak sawit dan menopang harga komoditas tersebut. Menurutnya, peluang itu dapat mendorong perluasan penanaman sekaligus peningkatan hasil buah dan rendemen minyak. Di tengah kekhawatiran atas konsumsi air data center, ia melihat pendingin berbasis minyak sawit sebagai salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas Melanggar, Cek Jalan Terimbas Ganjil Genap Hari ini Senin 26 Oktober 2026
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Link Download Pedoman Hari Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora, Lengkap Susunan Upacara dan Teks Doa
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kalahkan Persebaya, Bhayangkara FC Tetap Anggap PSM Makassar Bukan Ancaman: Yakin Menang!
• 21 jam laluharianfajar
thumb
6 Cara Mengatur Finansial untuk Anak Kos
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dekan ADBI: RI perlu perkuat UKM agar transformasi ke sektor formal
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.