HARIAN.FAJAR.CO.ID, LAMPUNG — Bhayangkara Presisi Lampung FC berada dalam kepercayaan diri tinggi menjelang duel menghadapi PSM Makassar pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam.
Bhayangkara membawa modal cukup meyakinkan setelah melewati enam pertandingan awal musim ini tanpa sekalipun menelan kekalahan.
The Guardians of Saburai mencatatkan dua kemenangan dan empat hasil imbang dari enam laga yang telah dimainkan.
Catatan tersebut membuat Bhayangkara menjadi salah satu tim yang masih menjaga konsistensi di awal kompetisi.
Namun, ada satu pekerjaan rumah yang belum berhasil diselesaikan skuad asuhan Oscar Bruzon.
Bhayangkara belum mampu meraih kemenangan secara beruntun sejak kompetisi musim ini bergulir.
Karena itu, pertandingan melawan PSM menjadi kesempatan bagi Bhayangkara untuk memutus catatan tersebut sekaligus membangun momentum baru.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, menegaskan timnya ingin memanfaatkan pertandingan kandang tersebut untuk kembali mengamankan tiga poin.
“Besok kami memiliki pertandingan penting, kami ingin melanjutkan kemenangan kandang dan membangun momentum,” kata Bruzon dalam konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (25/10/2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Bhayangkara tidak ingin sekadar mempertahankan rekor belum terkalahkan.
Tim asal Lampung itu justru ingin meningkatkan standar dengan menjadikan kemenangan sebagai target utama.
Bhayangkara sebelumnya berhasil meraih kemenangan kandang atas Persebaya Surabaya.
Hasil tersebut menjadi modal penting karena Persebaya sebelumnya merupakan salah satu tim yang belum terkalahkan hingga akhirnya tumbang dari PSM Makassar pada pekan keenam.
Namun, keberhasilan mengalahkan Persebaya tidak membuat Bruzon menganggap PSM sebagai lawan yang mudah.
Sebaliknya, pelatih asal Spanyol tersebut memberikan perhatian khusus terhadap karakter permainan Juku Eja.
Bruzon menilai PSM memiliki kekuatan fisik yang sangat baik serta organisasi permainan yang membuat mereka sulit dikalahkan.
Selain itu, Juku Eja dianggap memiliki kemampuan yang kuat dalam memenangi duel serta perebutan bola kedua.
Aspek tersebut menjadi salah satu perhatian utama Bhayangkara karena bola kedua sering menjadi awal terciptanya serangan cepat.
PSM juga memiliki kemampuan melakukan transisi dengan cepat ketika berhasil merebut penguasaan bola dari lawan.
“Kami memiliki lawan yang tangguh, mereka adalah tim yang kuat secara fisik, kompak, memenangi duel dan bola kedua, serta memiliki permainan transisi yang bagus,” ujar Bruzon.
Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa Bhayangkara telah mempelajari karakter permainan PSM sebelum pertandingan.
Bhayangkara tidak ingin memberikan ruang terlalu besar kepada pemain PSM untuk mengembangkan permainan setelah kehilangan bola.
Sebab, transisi cepat menjadi salah satu senjata yang cukup berbahaya dari Juku Eja.
Bruzon bahkan menilai PSM mampu memberikan hukuman kepada lawan hanya melalui satu momen.
“Kami sudah membicarakan bahwa salah satu kekuatan PSM Makassar adalah bola kedua dan transisi, mereka bisa menghukum Anda pada momen apa pun dalam pertandingan,” katanya.
Karena itu, disiplin menjadi salah satu aspek yang harus dijaga Bhayangkara sepanjang pertandingan.
Kesalahan kecil dalam penguasaan bola maupun duel di lini tengah dapat membuka ruang bagi PSM untuk melancarkan serangan balik.
Situasi tersebut membuat pertandingan diprediksi tidak hanya menjadi pertarungan fisik, tetapi juga duel dalam mengendalikan ritme permainan.
Bhayangkara ingin membuat strategi mereka berjalan efektif sekaligus memaksa PSM bermain di luar pola yang biasa mereka gunakan.
“Kami ingin menjadi tim yang membuat ide permainan kami lebih efektif,” tutur Bruzon.
Kepercayaan diri Bhayangkara juga tidak terlepas dari keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Dukungan publik Lampung diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi para pemain untuk menghadapi tekanan pertandingan.
Bruzon bahkan secara khusus mengajak masyarakat Lampung datang langsung ke Stadion Sumpah Pemuda.
Menurutnya, keberadaan suporter tidak hanya penting untuk memberikan dukungan selama pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun identitas klub di daerah tersebut.
“Kami ingin masyarakat Lampung bangga terhadap tim ini, datang beramai-ramai, dan menikmati malam sepak bola yang indah,” pungkasnya.
Di sisi lain, PSM Makassar datang ke Bandar Lampung dengan kepercayaan diri yang juga sedang meningkat.
Juku Eja baru saja meraih kemenangan penting atas Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 pada pekan keenam.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil yang menghentikan rekor tidak terkalahkan Persebaya setelah lima pertandingan awal.
PSM juga menunjukkan mentalitas kuat karena mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan meski harus bermain dengan sepuluh pemain.
Muh Ardiansyah menjadi salah satu aktor utama kemenangan tersebut setelah menggagalkan dua eksekusi penalti Alex Martins.
Situasi itu membuat PSM memiliki modal psikologis yang cukup kuat sebelum menghadapi Bhayangkara.
Namun, pertandingan di Bandar Lampung akan menghadirkan tantangan berbeda.
Bhayangkara memiliki rekor belum terkalahkan dan akan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Sementara PSM harus kembali menunjukkan kemampuan mereka menghadapi tim yang memiliki organisasi permainan cukup solid.
Pertandingan ini pun berpotensi menjadi duel menarik antara Bhayangkara yang ingin membangun momentum kemenangan beruntun dan PSM yang berusaha melanjutkan tren positif setelah menumbangkan Persebaya.
Bagi Bhayangkara, kemenangan akan semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan pada awal musim.
Sementara bagi PSM, tambahan tiga poin akan menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki posisi sekaligus membuktikan bahwa kemenangan atas Persebaya bukan sekadar hasil sesaat.
Keyakinan Oscar Bruzon akan diuji selama 90 menit di Stadion Sumpah Pemuda.
PSM memiliki kualitas untuk memberikan perlawanan, tetapi Bhayangkara juga mempunyai alasan kuat untuk percaya bahwa mereka mampu mempertahankan tren positif.
Pada akhirnya, duel tersebut akan menentukan siapa yang lebih mampu menerjemahkan persiapan, kekuatan fisik, serta strategi ke dalam permainan efektif di lapangan.





