Bola.com, Jakarta - Meski punya pengalaman cukup lama berkiprah di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, ternyata PSS Sleman masih tetap harus adaptasi lagi dengan ketatnya persaingan BRI Super League 2026/2027.
Start PSS terbilang lambat. Hingga pekan keenam lalu, Super Elang Jawa masih tercecer di peringkat ke-15 klasemen sementara.
Cleberson de Souza dkk. baru sekali menikmati menang dan seri. Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Total poin yang dikumpulkan PSS sebanyak empat biji dengan agregat gol 9-11.
Tim besutan Pieter Huistra ini mengalami tiga kekalahan beruntun di awal musim. PSS dipukul Bali United 1-2, Madura United 1-3, dan Dewa United 1-2. Tapi tiga partai berikutnya tim yang bermarkas di Stadion Magowaharjo ini bangkit.
Grafik permainan dan perolehan poin mereka cukup signifikan. PSM digebuk 3-0, Persebaya ditahan imbang 2-2 di Surabaya, dan PSS nyaris dapat poin dari Kediri yang akhirnya harus legawa menerima kekalahan dari Persik 1-2.
Pieter Huistra pun mengungkapkan lambat panasnya mesin perang PSS. "Problem kami lebih banyak dari internal di awal persiapan tim. Pramusim kami kurang ideal. Ada masalah pemain cedera dan proses rekrutmen pemain. Bagaimanapun ini berpengaruh saat Liga dimulai," katanya.




