Aparat keamanan di Yordania menangkap tiga terduga pelaku penembakan massal di gereja Ortodoks di Karak pada pekan lalu. Informasi itu disampaikan televisi Pemerintah Yordania pada Senin (26/10).
Serangan mematikan itu tepatnya menargetkan gereja di desa Hamoud di kawasan Karak. Sebanyak sembilan orang tewas dan 40 lainnya terluka akibat teror tersebut.
Direktorat Keamanan Publik Yordania dalam keterangan resminya menyebut, aparat keamanan berhasil menemukan tempat persembunyian tiga orang pelaku pada Senin subuh ini. Mereka berada di sebuah rumah terbengkalai.
Saat digerebek, pelaku sempat melawan dan melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan. Sempat terjadi baku tembak sebelum akhirnya para aparat sukses menangkap tiga pelaku yang terluka.
"Tak ada aparat keamanan yag terluka dan senjata api serta amunisi sudah disita," ucap Direktorat Keamanan Publik Yordania seperti dikutip dari Reuters.
Kendati demikian mereka belum mengungkap afiliasi ketiga terduga pelaku itu.
Adapun pada pekan lalu Kemendagri Yordania menuduh serangan dilakukan milisi ekstrem. Tapi, tuduhan itu tidak dialamatkan pada milisi ekstrem di dalam atau luar negeri.
Sampai sekarang belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.





