Pria di Palangka Raya Galang Dana Karhutla hingga Rp 8 Juta, Ternyata Penipu

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Palangka Raya -

Pria berinisial AS (24) diduga mengelabui masyarakat dan sejumlah pemilik toko dengan modus penggalangan dana penanganan Karhutla di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. AS diduga mengumpulkan uang hingga Rp 8 juta dalam aksinya itu.

Aksi tersebut terbongkar setelah warga mencurigai penggalangan dana yang dilakukan AS di kawasan Jalan Dr. Murjani, Kelurahan Pahandut, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi menerima informasi mengenai seorang pria yang berkeliling membawa proposal untuk meminta sumbangan kepada masyarakat dan pemilik toko dengan mengatasnamakan BPK YSR.

"Nama organisasi yang dicantumkan dalam proposal tersebut memiliki kemiripan dengan salah satu organisasi BPK yang berada di Palangka Raya. Hal ini sempat membuat warga ragu untuk memastikan apakah penggalangan dana tersebut benar-benar dilakukan oleh pihak yang berwenang," ujar Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, dilansir detikKalimantan, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Kebakaran Hutan Toraja Utara Merambat ke Kuburan Batu di Tebing Baruppu

Kecurigaan warga menguat setelah dilakukan konfirmasi kepada organisasi terkait. Hasilnya, AS diketahui bukan anggota BPK yang namanya digunakan dalam kegiatan penggalangan dana tersebut.

"Saat AS kembali mendatangi sebuah toko untuk meminta sumbangan karhutla, warga yang mengetahui dugaan penyalahgunaan nama organisasi itu langsung meminta klarifikasi. Situasi kemudian memanas hingga pria tersebut sempat menjadi sasaran tindakan main hakim sendiri oleh warga yang merasa dirugikan," ujarnya.

Personel Polsek Pahandut yang menerima informasi segera turun tangan mengamankan AS. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali sekaligus menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun warga.

Baca juga: Hujan Guyur Banjarbaru Kalsel Usai Kemarau Panjang hingga Pohon Tumbang

AS kemudian dibawa ke Polsek Pahandut untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan awal, pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu diduga telah beraksi sekitar tiga minggu.

"Selama periode tersebut, AS diduga mengumpulkan uang dari masyarakat dan sejumlah toko dengan total sekitar Rp 8 juta," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini




(idh/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Italia: Milan Curi Tiga Poin di Markas Udinese
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Kurangi Ekspor Gas, Menteri Energi Singapura Sebut Kiriman RI 2 Persen dari Kebutuhan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
TPG Guru Honorer Triwulan 3 Cair 100% Hari Ini, Mendikdasmen: Cek Rekening
• 14 menit lalujpnn.com
thumb
Kenali Gejala Stroke, Jangan Tunggu Sampai Besok
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Aprilia Racing Bawa Kabar Baik, Jorge Martin Berpeluang Mengaspal di MotoGP Malaysia 2026
• 44 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.