Pantau - Lima karyawan PT Datang DSSP Power Indonesia mengikuti program studi energi bersih selama 12 hari di China untuk mempelajari integrasi pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya serta penerapan teknologi operasi dan pemeliharaan cerdas.
Program yang diselenggarakan China Datang Corporation Ltd. tersebut juga melibatkan delapan peserta dari Uzbekistan, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Rangkaian kegiatan berakhir di kantor pusat China Datang Corporation di Beijing pada Rabu (21/10/2026).
Selama kunjungan, peserta mempelajari pengelolaan pembangkit listrik terintegrasi, sistem penyimpanan energi, pengendalian operasional jarak jauh, serta program tanggung jawab sosial perusahaan.
Karyawan Indonesia Kunjungi Empat Proyek Energi Bersih di ChinaPara peserta mengunjungi sejumlah fasilitas energi bersih di wilayah barat daya China untuk melihat langsung penerapan teknologi pembangkitan listrik.
Fasilitas yang dikunjungi meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan, Ladang Angin Jinpingxi, Pembangkit Listrik Fotovoltaik Laoyingyan, dan Stasiun Penyimpanan Energi Xinping.
Kunjungan tersebut memberikan pemahaman mengenai cara mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.
Dalam sistem tersebut, tenaga air menjadi sumber utama energi bersih selama musim banjir.
Sementara itu, tenaga angin dan surya berfungsi melengkapi pasokan listrik ketika memasuki musim kering.
Sistem penyimpanan energi digunakan untuk mengurangi fluktuasi daya dalam jangka pendek agar pasokan listrik tetap stabil.
Menurut informasi perusahaan, sistem energi terintegrasi tersebut mampu menghasilkan lebih dari 10 miliar kilowatt-jam listrik bersih setiap tahun.
Produksi tersebut diklaim setara dengan pengurangan emisi karbon dioksida lebih dari satu juta ton per tahun.
Karyawan PLTU Meulaboh Pelajari Integrasi Energi Air, Angin, dan SuryaDenny Fernando Sitorus, karyawan pembangkit listrik Meulaboh PT Datang DSSP, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengunjungi Ladang Angin Jinpingxi.
Ia menyaksikan langsung puluhan turbin angin yang berjejer di kawasan pegunungan serta panel surya yang terpasang di lembah sekitarnya.
Lokasi tersebut juga berada tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan di Sungai Jinsha.
“Berdiri di dek observasi di Ladang Angin Jinpingxi, menyaksikan puluhan turbin angin berjejer di sepanjang punggung gunung dan panel fotovoltaik menutupi lembah di bawahnya, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air Guanyinyan di Sungai Jinsha, saya benar-benar memahami arti komplementaritas multienergi dan kolaborasi yang efisien,” ujarnya.
Menurut Denny, kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana berbagai sumber energi dapat saling melengkapi dalam satu sistem pembangkitan.
Peserta lainnya, Lugantha Perkasa, yang bekerja pada proyek PT Datang DSSP di Sumatra Selatan, juga mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan pembangkit listrik tenaga air.
“Sebelumnya, saya mengira pembangkit listrik tenaga air hanya tentang kapasitas terpasang dan pembangkitan daya. Setelah berkunjung ke sini, saya menyadari bahwa Datang telah menstandarkan prosedur untuk setiap aspek, mulai dari pembangkitan daya dan pengendalian banjir hingga restorasi ekologis dan relokasi,” katanya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan pembangkit listrik juga mencakup aspek lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.
Pusat Kendali Guiguan Kelola 60 Fasilitas Pembangkit ListrikPada Kamis (15/10/2026), para peserta mengunjungi Pusat Kontrol Antarcekungan Pembangkit Listrik Guiguan di China.
Fasilitas tersebut merupakan pusat kendali terpadu multienergi antarcekungan terbesar di negara itu.
Pusat kendali Guiguan mengelola kapasitas terpasang sebesar 11,857 juta kilowatt yang berasal dari berbagai jenis pembangkit.
Secara keseluruhan, fasilitas tersebut mengoordinasikan 26 pembangkit listrik tenaga air, 11 ladang angin, dan 23 pembangkit listrik tenaga surya.
Melalui layar pemantauan terpusat, petugas dapat mengawasi kondisi operasional berbagai pembangkit secara bersamaan.
Teknologi tersebut juga memungkinkan koordinasi dan pengendalian pembangkit dilakukan dari jarak jauh.
Salah satu peserta asal Indonesia, Mohammad Akbar Fadhil, menilai sistem pemantauan terpusat dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan listrik dan keselamatan operasional.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik di Indonesia.
Sementara itu, Maulana Muhammad Arifin menyoroti pentingnya pengelolaan berbagai sumber daya energi secara terpadu dalam satu kawasan.
Peserta Pelajari Program Sosial dan Pemanfaatan Lahan Panel SuryaSelain mengunjungi fasilitas pembangkit listrik, para peserta mempelajari pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan di Yunnan dan Guangxi.
Di Yunnan, China Datang bekerja sama dengan perguruan tinggi pertanian setempat untuk mengembangkan pemanfaatan lahan di bawah panel fotovoltaik.
Lahan tersebut digunakan untuk menanam komoditas pertanian khusus dataran tinggi sehingga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program tersebut juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Menurut laporan perusahaan, kegiatan itu telah membantu meningkatkan pendapatan hampir 1.000 rumah tangga.
Sementara itu, di Dahua, wilayah Guangxi, perusahaan menjalankan program bantuan pendidikan bagi anak-anak dari daerah pegunungan.
Program pendidikan tersebut secara kumulatif telah membantu lebih dari 300 anak memperoleh akses ke perguruan tinggi.
Karyawan Indonesia Ikuti Kegiatan Budaya di ChinaRangkaian kunjungan juga diisi kegiatan pertukaran budaya bersama karyawan China.
Para peserta berkesempatan menghadiri upacara pernikahan massal bertema "Romansa Dinasti Tang" di tepi Sungai Jinsha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan prosesi pernikahan tradisional China yang mengangkat budaya Dinasti Tang.
Kegiatan budaya menjadi bagian dari program untuk mempererat hubungan antarkaryawan dari berbagai negara.
Melalui kunjungan selama 12 hari tersebut, China Datang Corporation memperkenalkan teknologi energi bersih, sistem pengelolaan pembangkit, serta praktik tanggung jawab sosial kepada karyawan dari negara-negara tempat perusahaan beroperasi.
Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi bagi karyawan PT Datang DSSP Power Indonesia dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan pengelolaan operasional pembangkit listrik di Indonesia.




