Dorong Pengembangan Industri Hilir Nikel, Danantara Buka Peluang Mitra Strategis

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Danantara Indonesia mendorong pengembangan industri hilir nikel melalui kemitraan investasi dengan investor strategis dari berbagai negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, melalui Danantara Investment Management (DIM), pihaknya dapat mencari mitra yang memiliki keahlian untuk mengembangkan fasilitas produksi dan berinvestasi bersama di Indonesia.

Baca Juga :
Soal Luhut Usul Ubah Definisi Korupsi, Yusril: Tidak Bisa Sembarangan
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra Buka Suara Soal Usulan Perubahan Definisi Korupsi

Pahala mencontohkan upaya hilirisasi yang dilakukan MIND ID Group melalui sejumlah entitasnya, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). 

Ketiga entitas tersebut menjalankan pengembangan industri hilir dengan menggandeng calon investor maupun investor dari berbagai negara.

"Contoh lain adalah yang dilakukan oleh teman-teman di tempatnya MIND ID. Karena kan ini ada Inalum, ada Antam, ada IBC. Mereka dalam hal ini melakukan upaya hilirisasi bermitra dengan calon investor lain atau investor lain yang berasal dari negara lain juga," ujar Pahala dikutip pada Senin (26/10/2026).

Menurut Pahala, pengembangan hilirisasi nikel mencakup berbagai tahapan produksi yang saling terhubung, mulai dari pengolahan nikel menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat hingga produksi katoda, sel baterai, dan paket baterai. 

Pengembangan rantai produksi tersebut membutuhkan investasi pada berbagai tahapan agar ekosistem industri baterai dapat terbentuk secara terintegrasi.

Bagi MIND ID Group, pengembangan rantai nilai tersebut melibatkan peran sejumlah entitas dengan kegiatan usaha yang saling berkaitan. Antam memiliki peran dalam sektor pertambangan nikel, sedangkan IBC terlibat dalam pengembangan ekosistem baterai. 

Kolaborasi dengan investor strategis menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung pengembangan industri hilir hingga produk bernilai tambah. Pengembangan industri hilir juga menghadapi tantangan dari sisi kebutuhan modal dan kepastian pasokan bahan baku. 

Menyikapi hal itu Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menilai, investasi di sektor hilirisasi membutuhkan modal berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan investasi di sektor hulu. 

Baca Juga :
Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan
Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI, Bidik Kebocoran Negara akibat Penyelundupan
IHSG Menguat 0,95 Persen, Benarkah Buyback Danantara Jadi Pendorong Kenaikan Saham?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Guru Besar Desak Gibran Mundur, David Pajung: Tidak Bisa Meruntuhkan Suara 96 Juta Pemilih
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Respons Kerinduan Masyarakat, PSI Jakarta Pusat Minta Jokowi Jadi Dewan Pembina
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Membangkitkan Geliat Pariwisata, Tarik Tombur Toba akan Digelar Lebih Besar
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sujud Syukur Relawan Karhutla di Banjar saat Hujan Turun Usai Hampir 5 Bulan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Dino Patti Djalal Minta Pejabat Jangan Banyak Bicara soal MSCI, Pasar Sensitif
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.