Ratusan Guru Besar Desak Gibran Mundur, David Pajung: Tidak Bisa Meruntuhkan Suara 96 Juta Pemilih

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersalaman dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan). (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/sgd/wsj.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan Jokowi sekaligus Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung menilai surat terbuka ratusan guru besar yang mendesak Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya tidak bisa meruntuhkan suara pemilih dalam Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan David Pajung di tengah menguatnya seruan agar Gibran mengundurkan diri dari jabatannya. Seruan mundur menguat usai Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 menyatakan Gibran tidak terbukti memiliki ijazah SMA/sederajat.

David Pajung menekankan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang Pilpres 2024 berkat suara 58 persen pemilih. Ia menekankan demokrasi Indonesia tidak membedakan suara rakyat biasa dengan akademisi.

"Kalau ada komunitas-komunitas masyarakat, termasuk beberapa guru besar, saya katakan berulangkali bahwa sistem pemilu kita hari ini adalah pemilihan langsung, one man one vote," kata David Pajung dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Minggu (25/10/2026).

"Nilai suara di bilik suara di TPS itu, seorang profesor dengan seorang yang enggak sekolah, seorang pemulung dengan soerang doktor, itu sama nilainya, karena konstitusi menghargai nilai suara itu."

Baca Juga: Jokowi-Gibran Tampil Duduk Semeja, Ray Rangkuti Sebut Bentuk Dukungan Jokowi di Tengah Seruan Mundur

Lebih lanjut, David menilai terdapat motif politik dari kompetitor Prabowo terkait desakan agar Gibran mengundurkan diri.

David menyatakan, suara 58 persen untuk Prabowo-Gibran ada 2024 lalu mencerminkan dukungan dari 90 juta lebih pemilih di Indonesia.

"Jadi kalau 100 orang guru besar berkumpul, enggak bisa meruntuhkan 96 juta pemilih, rakyat Indonesia, yang di dalamnya ada profesor, doktor, enggak sekolah, ada (tamatan) SMP, SMA semua komunitas mayarakat ada dalam nilai itu," kata David Pajung.

Gibran didesak mundur

Sebelumnya, 150 guru besar dari berbagai daerah melayangkan surat terbuka yang berisi desakan agar Gibran mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat terbuka dialamatkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) selaku ayah dari Gibran Rakabuming Raka.

Para guru besar meminta Gibran mengundurkan diri secara sukarela karena putusan MK menimbulkan implikasi moral dan etis.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebut seruan agar Gibran mengundurkan diri menguat belakangan ini. Menurutnya, seruan ini pun mulai ditindaklanjuti partai politik di DPR RI.

"Boleh jadi ke depan-ke depannya akan lebih banyak lagi tuntutan-tuntutan itu," kata Ray Rangkuti.

Baca Juga: Hasto Sebut PDIP Bakal Tindaklanjuti Ijazah Gibran: Ada Upaya Sengaja Abuse of Power

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gibran rakabuming raka
  • ijazah gibran
  • gibran didesak mundur
  • surat terbuka guru besar
  • david pajung
  • prabowo subianto
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vincent Kompany Dirawat di Rumah Sakit Akibat Kelelahan Parah
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Perjuangan Relawan Jaga Keamanan Gunung Sumbing Melawan Karhutla
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Mengintip Produksi Batu Bata yang Masih Eksis di RI In This Economy
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Arab Saudi Gempur Peluncur Rudal Houthi Usai Bandara Riyadh Diserang
• 8 menit laludetik.com
thumb
100 Tahun Sumpah Pemuda, Hasto Dorong Anak Muda Kuasai Teknologi-Siap Memimpin
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.