HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengapresiasi dua anggota DPR RI asal Golkar Sulsel yang memberikan bantuan untuk renovasi sekretariat partai.
Nurdin Halid disebut menyumbang Rp1 miliar, sedangkan Hamka B. Kady disebut memberikan Rp300 juta.
Penyebutan dua nama tersebut disampaikan IAS saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, IAS menjelaskan rencana renovasi sekretariat yang mencakup penambahan satu lantai untuk ruang pleno pengurus.
Namun, dari empat anggota DPR RI Partai Golkar asal Sulsel, IAS hanya menyebut Nurdin Halid dan Hamka B. Kady (HBK) dalam bagian sambutan mengenai bantuan renovasi tersebut.
Nama Taufan Pawe dan Agustina Mangande tidak disebut dalam bagian sambutan itu.
“Dan terima kasih Pak Nurdin sudah memberikan bantuannya Rp1 miliar. Terima kasih. Pak Hamka B. Kady, terima kasih sudah memberikan bantuannya Rp300 juta,” ujar IAS.
Diketahui, Golkar Sulsel memiliki 4 kader yang duduk di kursi senayan. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid, Hamka B. Kady Anggota Komisi V DPR RI, Taufan Pawe Anggota Komisi II DPR RI, dan Anggota Komisi VII DPR RI Agustina Mangande.
IAS menjelaskan, renovasi sekretariat dilakukan untuk menyediakan ruang pleno yang mampu menampung seluruh pengurus.
Dengan jumlah pengurus 197 orang, kebutuhan ruang rapat yang memadai dinilai penting agar kegiatan organisasi tidak terus bergantung pada penyewaan hotel.
“Kalau saya tidak membangun ruang pleno dengan jumlah peserta pengurus yang (hampir) 200, maka di ongkos kalau setiap rapat mesti di hotel,” kata IAS.
Ia juga membuka kesempatan bagi kader dan pihak lain untuk berkontribusi dalam pembangunan sekretariat. Menurut IAS, partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat fasilitas dan menunjang aktivitas organisasi.
IAS bahkan menyampaikan bahwa mekanisme donasi telah disiapkan oleh panitia pembangunan. Ia menegaskan kesempatan berkontribusi tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mengambil bagian dalam pengembangan fasilitas partai.
Di luar persoalan renovasi sekretariat, IAS juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk memperkuat posisi Golkar Sulsel menghadapi Pemilu mendatang.
Ia menargetkan konsolidasi kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota dapat dituntaskan pada Desember 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif, baik di DPR RI maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.
IAS menyebut pendekatan berbasis survei, kolaborasi antarkader, serta kemampuan figur memberikan kontribusi terhadap target perolehan kursi sebagai sejumlah pertimbangan dalam membangun kekuatan partai.
Dengan kepengurusan baru, ia menargetkan peningkatan perolehan kursi hingga 50 persen. Target tersebut, kata dia, akan diperkuat melalui komitmen organisasi dan pakta integritas.
Renovasi sekretariat menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan untuk mendukung kerja kepengurusan baru.(ams)





