Kuburan Batu Tua “Liang Pongtimban” di Toraja Utara Hangus Akibat Karhutla yang Diduga Disengaja

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Kompleks kuburan batu tua di Liang Pongtimban, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, terdampak kebakaran hutan dan lahan. Puluhan liang kuburan tua hangus terbakar, di mana jumlah jenazah masih dihitung. Kebakaran diduga kuat disengaja oleh oknum yang membakar lahan.

Kepala Dinas Pariwisata Toraja Utara Mercyanne Oktavia menyampaikan, kebakaran terjadi dimulai pada vegetasi di sekitar Liang Pongtimban, Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara. Api menyebar dengan cepat hingga turut membakar tebing dan kuburan tua di tebing tersebut.

“Kebakarannya dimulai pada Jumat (23/10/2026) malam, hingga saat ini belum padam betul. Kami masih memantau kondisi untuk menghitung dampak yang terjadi, tapi informasi yang kami terima Liang Pongtimban itu termasuk kuburan tua berusia hingga ratusan tahun,” terang Mercyanne, dihubungi dari Makassar, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ia melanjutkan, kebakaran turut menghanguskan kuburan tua di tebing bukit tersebut. Diperkirakan, ada 50 lubang kuburan tua di tebing batu tersebut. Satu liang atau lubang di tebing batu, bisa berisi sejumlah jenazah dari satu rumpun keluarga.

Karena itu, dampak dari kebakaran ini bukan semata kerusakan fisik. Akan tetapi, potensi hilangnya warisan sejarah, identitas budaya dan tradisi masyarakat Toraja. Sebab, satu liang itu memiliki makna yang luas, dan bukan sekadar tempat menyimpan jenazah.

Baca JugaTradisi Ma’nene sebagai Tatanan, Tuntunan, dan Tontonan

“Bagaimana hubungan antar generasi, rumpun keluarga, penghormatan leluhur, hingga tradisi pemakaman dilakukan. Seperti kita tahu kalau di Baruppu ini ada ritual Ma’nene,” tambahnya.

Ma’nene bukan sekadar tradisi merawat jenazah, melainkan tatanan yang menjaga struktur sosial, tuntunan moral yang diwariskan, dan tontonan yang memikat publik.

Ritual Ma’nene berpangkal dari Aluk To Dolo’, kepercayaan asli orang Toraja yang menekankan penghormatan terhadap leluhur. Dalam praktiknya, penghormatan itu menemukan wujudnya di tongkonan. Rumah adat ini menjadi napas budaya dan pusat kekerabatan yang menopang tatanan sosial dan spiritual masyarakat Toraja.

Ma’nene dilaksanakan dengan membuka makam leluhur, merawat, dan membersihkan jasad, lalu mengenakannya pakaian baru. Tindakan ini bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan sebuah hadiah (Marcel Mauss) yang menegaskan keterikatan sosial-religius.

Baca JugaMenggali Akar Budaya Lewat Tradisi Merawat Jenazah

Orang Toraja percaya bahwa menjaga hubungan dengan arwah leluhur akan membawa berkah dan kesejahteraan. Ada asas imbal balik (reciprocity) dari yang hidup kepada yang mati. Leluhur diyakini akan menganugerahkan berkah dan perlindungan bagi keluarga dan komunitas yang menunaikan Ma’nene (Kompas, 28/11/2025).

Mercyanne menambahkan, pihaknya segera melakukan pemantauan ke lokasi terdampak. Ia melanjutkan, “Kami juga sedang mengecek status hukumnya apakah termasuk cagar budaya atau belum. Namun, meski misalnya belum ditetapkan formal sebagai cagar budaya bukan berarti seuatu objek tidak memiliki nilai sejarah yang tinggi”.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Penyelamatan Toraja Utara Riantho Yusuf Sangkelo menyampaikan, ada informasi unsur kesengajaan dari kebakaran ini.

Berdasarkan informasi masyarakat, warga melihat seseorang yang diduga memicu api di sekitar lokasi kebakaran. Warga lalu berusaha mengejar, tetapi terduga pelaku berhasil melarikan diri.

"Penyebabnya itu ada sempat orang yang melihat membakar. Artinya mungkin iseng atau apa, tapi dikejar sama belum diketahui pasti sama masyarakat siapa," kata Riantho kepada awak media.

Proses pemadaman, ia menuturkan, sempat terkendala akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan.  Personel tim gabungan menggunakan peralatan dari Manggala Agni hingga pemadaman bisa dilakukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerakan Mahasiswa Menang Pemilu, Sukses Tumbangkan Partai Penguasa
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Beras, Bawang, Minyak Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 152 Ribu
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dari Peta Jalan ke Mesin Pertumbuhan: Arsitektur Baru Keuangan Syariah Nasional
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramai Peserta JRF 2026 Terobos Pagar COP, Dokter Tirta: Kamu Harusnya...
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.