tvOnenews.com - Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia yang dibintangi Kim Ji Won tengah menjadi sorotan setelah menuai kontroversi.
Serial medis tersebut menghadapi petisi yang meminta penayangannya dihentikan menyusul penggambaran peristiwa Gerakan Demokratisasi 18 Mei 1980 di Gwangju, Korea Selatan.
Kontroversi ini mencuat setelah episode keenam ditayangkan pada Sabtu (24/10/2026).
Sejumlah penonton mempertanyakan keputusan tim produksi memasukkan kisah sejarah yang sensitif ke dalam drama medis tersebut.
Di sisi lain, ada pula penonton yang menilai cerita itu berhasil menggambarkan penderitaan korban dan trauma yang masih membekas puluhan tahun setelah tragedi.
Petisi bertajuk Request to Halt the Broadcast of SBS Drama Doctor X diunggah ke sistem petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan pada 24 Oktober 2026.
Petisi tersebut kemudian memenuhi persyaratan awal berupa dukungan dari 100 orang dan memasuki tahap peninjauan untuk menentukan apakah akan dipublikasikan.
Meski demikian, kemunculan petisi itu tidak berarti penayangan Doctor X telah resmi dihentikan. Hingga laporan media Korea pada 26 Oktober 2026, belum ada keputusan penghentian penayangan yang diumumkan.
Kronologi Kontroversi Doctor X usai Angkat Tragedi Gwangju
Kontroversi Doctor X bermula dari cerita seorang pasien bernama Oh Sang Beom yang muncul dalam episode keenam. Tokoh tersebut digambarkan sebagai penyintas Gerakan Demokratisasi 18 Mei 1980 yang mengalami luka tembak di kepala saat masih berusia 12 tahun.
Peristiwa tersebut membuat Oh Sang Beom harus hidup selama 46 tahun dengan serpihan peluru yang tertinggal di otaknya. Ia juga terus mengalami rasa sakit, gangguan kesehatan, dan trauma akibat kejadian yang merenggut nyawa kakaknya.
Dalam episode tersebut, Kye Soo Jeong, karakter yang diperankan Kim Ji Won, memutuskan menangani operasi pasien itu.
Namun, Oh Sang Beom awalnya enggan menjalani tindakan medis karena khawatir operasi akan membuatnya kehilangan penglihatan terhadap sosok kakaknya yang telah meninggal dan kerap muncul dalam penglihatannya.
Kisah tersebut menjadi bagian penting dari episode keenam karena memperlihatkan dampak jangka panjang kekerasan yang dialami korban. Luka yang dialami Oh Sang Beom bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan kehilangan, rasa bersalah, dan trauma masa lalu.




