Jelang Nataru, Mendagri Tito Dorong Penyaluran Bansos dan Operasi Pasar untuk Dongkrak Daya Beli

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) dan pelaksanaan operasi pasar secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Baca Juga :
Mendagri Soroti Fenomena Harga Daging Ayam, Telur, dan Cabai yang Sempat Mahal
Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Optimalkan Pendaan untuk Padamkan Karhutla

Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa peningkatan permintaan menjelang Nataru berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.

"Nanti demand pasti akan tinggi terutama makanan-minuman, karena ada liburan akhir tahun, ada Natal, ada tahun baru, ada perjalanan mobilitas masyarakat akan tinggi," ujarnya.

Mendagri menjelaskan bahwa penyaluran bansos tersebut penting untuk memperkuat daya beli masyarakat. Selain dari pemerintah pusat, bansos juga dapat disalurkan oleh pemerintah daerah (Pemda).

"Karena mereka (Pemda) juga memiliki kemampuan, punya kemampuan untuk memberikan bantuan sosial," ujarnya.

Selain memperkuat penyaluran bansos, Mendagri meminta operasi pasar terus dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan pihak terkait lainnya.

Pelaksanaannya perlu menyasar daerah yang membutuhkan intervensi berdasarkan data serta komoditas yang mengalami tekanan harga.

"Datanya clear di kabupaten mana saja itu lengkap kita memiliki data, saya sampaikan. Dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu," katanya.

Mendagri juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian subsidi guna menahan tekanan inflasi pada Desember.

Subsidi tersebut antara lain berupa subsidi listrik, penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan subsidi angkutan udara. Pasalnya, tingginya mobilitas masyarakat berpotensi berdampak pada biaya transportasi.

Secara khusus, ia juga mendorong Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar tarif tetap wajar saat permintaan perjalanan meningkat.

"Mohonlah jangan sampai mengambil harganya harga paling tinggi acuannya … keuntungan kan tetap ada tetapi jangan ambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," tegasnya.

Sebagai informasi, rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Baca Juga :
Tito Sebut Bedah Rumah di Kampung Ambon Jadi Upaya Berantas Akar Narkoba
Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat Kemudahan Regulasi bagi MBR
Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaksi Thomas Tuchel usai Harry Kane Resmi Jadi Peraih Ballon d'Or 2026: Saya Kehabisan Kata-Kata Pujian
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Minta Kajian Lengkap Soal Usulan DEN Ubah Defisini Korupsi
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BI Ingin Transaksi QRIS Jadi Acuan Penilaian Kredit UMKM
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemilu Digelar, 7,3 Juta Warga Israel Akan Tentukan Nasib Netanyahu
• 1 jam laludetik.com
thumb
Wali Kota Depok Tegaskan Izin Rumah Ibadah Punya Hak Sama
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.