Dari Oransbari ke Pasar Premium, Mahasiswa ITS Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Beras

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

‎JAKARTA, DISWAY.ID-- Distrik Oransbari di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di wilayah tersebut. 

‎Rasa dan kepulenannya pun tak kalah dengan beras asal Pulau Jawa.

BACA JUGA:Tarif Pencatatan Hak Cipta Rp0 Diperluas, Seluruh Jenis Ciptaan Akan Gratis!

‎Namun, potensi besar ini sempat terkendala oleh kualitas yang belum sepenuhnya konsisten akibat proses pengeringan dan penyaringan yang belum terstandarisasi. 

‎Menjawab tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya turun tangan melakukan pendampingan langsung bagi para petani dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

‎Pendampingan ini difokuskan pada peningkatan mutu gabah, teknik penyortiran butiran beras utuh, hingga inovasi pengemasan yang lebih menarik. 

BACA JUGA:Aturan Baru 2027: Guru P3K Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu Tanpa Tes

‎Harapannya, beras produksi Oransbari bisa naik kelas menjadi produk premium yang mampu menembus pasar lebih luas dengan harga jual yang lebih kompetitif.

‎Direktur BUMDes Margomulyo, Ilham, menyambut antusias program pendampingan ini. Sebagai representasi anak muda setempat, ia memiliki impian besar untuk daerahnya.

‎"Saya sebagai anak muda ingin Oransbari ke depan punya produk beras sendiri, Beras Premium Oransbari," terangnya. 

‎Dalam kegiatan tersebut, para petani dan pengelola BUMDes dibekali ilmu seputar tahapan pengolahan gabah secara komprehensif, mulai dari pengoperasian mesin penggilingan modern hingga teknik penyortiran yang higienis sebelum dikemas.

BACA JUGA:IHSG Babak Belur! Anjlok 66 Poin ke Level 5.373, Bursa Saham Indonesia Kembali Memerah

‎Anggota Tim 20 TEP ITS, Muhamad Iqbal Sidiq menekankan pentingnya kehadiran fisik dan pendampingan langsung di tengah masyarakat agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

‎"Terkadang kita luput dalam melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan hanya fokus pada bantuan alat saja. Tim 20 TEP ITS berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan pendekatan nyata terhadap setiap masalah dan kebutuhan riil masyarakat," jelas Iqbal.

‎Dukungan serupa datang dari Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Syukur Syarif. Menurutnya, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu kualitas.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atlet Selam Jepara Peraih 2 Emas Meninggal usai Tenggelam di Ajang Porprov Jateng 2026
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Pria di Palangka Raya Galang Dana Karhutla hingga Rp 8 Juta, Ternyata Penipu
• 17 jam laludetik.com
thumb
Wamensos Apresiasi PNKT, Buka Peluang Siswa Sekolah Rakyat Berprestasi
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Cilegon, 2 Pemancing Tewas
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos Kejar Target 48 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital pada Akhir 2026
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.