Danantara Guyur Investasi Rp200 T Tahun Depan, Ini Sumber Duitnya

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Danantara Indonesia akan menyelenggarakan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 untuk pertama kalinya pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan anggaran senilai Rp200 triliun untuk investasi di tahun depan. Dana itu mayoritas dialokasikan berasal dari dividen yang dihasilkan perusahaan BUMN dalam naungannya.

Hal ini diungkapkan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, saat memberikan sambutan dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).


"Investasi Danantara berasal dari dividen yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jadi tahun ini setidaknya kami akan mengalokasikan Rp200 triliun atau sekitar US$12 miliar, kepada pak Pandu (CIO Danantara Pandu Sjahrir) dan Pak Sigit (CTO Sigit Puji Santosa) untuk diinvestasikan," kata Dony.

Baca: Danantara Mau Kembangkan Chip AI Hingga Data Center Raksasa 1 GW

Untuk itu dia menegaskan bahwa pengelolaan BUMN yang benar menjadi kunci bagi keberlanjutan Danantara Indonesia.

Diketahui kedua nama itu juga memimpin anak usaha dari Danantara, yang bergerak dalam investasi baik program strategis pemerintah maupun komersial.

Pandu Sjahrir menjabat sebagai CEO dari Danantara Investment Management (DIM) yang fokus dalam investasi komersial. Sedangkan Sigit Puji Santosa sebagai CEO dari Danantara Development Management Fund (DDMF), yang fokus dalam pembiayaan proyek strategis nasional (PSN).

Ketika ditanya kepada Sigit, alokasi yang didapatkan DDMF untuk investasi dari rencana alokasi Rp200 triliun untuk investasi, dia belum bisa membeberkan. Menurutnya, saat ini Danantara tengah menyusun dokumen Rencana Anggaran dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.

Baca: Hadapi Geopolitik dan AI, Bos BI Minta RI Perkuat Industrialisasi

Hanya saja dia memastikan bahwa alokasi untuk investasi komersial kemungkinan lebih besar di tahun depan, dibandingkan untuk pembiayaan proyek pemerintah.

"Porsi sekarang ini memang porsi besarnya adalah langsung ke komersial. Kira-kira mungkin 65% - 70%, mungkin ada di DIM karena memang siap. Tapi untuk yang long term strategic, nanti ada di DDMF, karena ini memang long term memiliki strategic impact yang cukup besar, nah itu yang akan kita kerjakan nanti," tuturnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelombang Unjuk Rasa Terbaru Eropa: Dari Prancis, Portugal hingga Italia
• 23 jam laludetik.com
thumb
Dasco Usulkan Penentuan Rating Pasar Modal Sendiri, Ini Respon OJK
• 18 jam laludisway.id
thumb
Ini Tampang Suami Pembunuh Istri dan Anak di Madiun
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Keluarga Istri yang Dimutilasi Minta Dwi Bagus Dihukum Mati: Ini Pidana Keji
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.135 per USD, Risiko Fiskal Jadi Sorotan
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.