-
-
-
-
-
Cumicumi.com, JAKARTA - Pengacara senior Raidin Anom membaca adanya kecenderungan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kedekatan politik dengan Partai Demokrat. Ia menilai, pilihan tersebut berkaitan dengan kalkulasi politik dan kemudahan membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh partai.
Raidin membandingkan kemungkinan komunikasi politik Prabowo dengan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Menurutnya, posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di pemerintahan dapat menjadi salah satu faktor yang memudahkan penyelarasan kepentingan politik.
Ia menjelaskan, komunikasi dengan Demokrat dapat dilakukan melalui AHY yang saat ini menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo. Sementara itu, jika ingin membangun komunikasi dengan PDI Perjuangan, menurut Raidin, Prabowo perlu berbicara dengan Puan Maharani.
"Kalau misalnya ke PDI berarti kan mesti bicara ke Puan Maharani. Nah, berarti kalau di Demokrat berarti bicara AHY. Nah, pertanyaannya kan AHY kan menterinya Prabowo. Enggak sulit lah untuk tadi menyatukan paradigma," ujar Raidin Anom dalam siniar On The Table, Minggu (25/10/2026).
Raidin juga menilai hubungan politik tidak bersifat permanen karena dapat berubah mengikuti kepentingan masing-masing pihak. Ia berpandangan, kedekatan antarelite dalam politik kerap dipengaruhi oleh kesamaan kepentingan pada momentum tertentu.
"Karena pertemanan dalam politik itu ada pada momen kepentingan saja. Ketika dirasa sudah tak nyaman atau ketika sudah tidak lagi menjadi pegangan atau yang dibutuhkan itu mesti sudah harus megang kangkung sudah," kata Raidin.
Pandangan Raidin tersebut merupakan pembacaannya terhadap arah hubungan politik Prabowo dan para elite partai. Pernyataan itu tidak dengan sendirinya memastikan bahwa Prabowo telah mengambil keputusan untuk mengutamakan Demokrat dibandingkan partai politik lainnya.





